Padi Tumbang Akibat Hujan Angin, Puluhan Hektare Rusak di Simalungun
Simalungun — Hujan deras disertai angin kencang melanda beberapa nagori di Kecamatan Pematangbandar, Kabupaten Simalungun, Jumat petang 28 Agustus 2026. Peristiwa itu menyebabkan puluhan hektare tanaman padi milik petani tumbang dan rusak.
Kerusakan dan luas terdampak
Pantauan di lapangan menunjukkan banyak petak sawah yang tanaman padinya rata dengan tanah. Kerusakan terjadi di beberapa nagori sehingga menimbulkan kekhawatiran pada petani menjelang masa panen.
Lokasi terdampak
Area terdampak tidak hanya di Nagori Bandar Manis. Kerusakan juga tercatat di beberapa persawahan di nagori lain. Lokasi yang dilaporkan mengalami padi tumbang antara lain:
- Bandar Manis
- Talun Madear
- Talun Rejo
- Puwodadi
Reaksi petani dan upaya perbaikan
Petani tampak pasrah melihat tanaman yang tumbang, namun beberapa mengatakan masih ada lahan yang bisa diselamatkan. Sebagian petak padi dinilai masih bisa diperbaiki dengan mengikat batang yang rebah ke tanaman lain.
Masa panen disebut masih memerlukan waktu sekitar 15 sampai 20 hari. Karena itu banyak petani memilih mengupah tenaga untuk mendirikan kembali padi yang tumbang agar memungkinkan panen meski dalam kondisi tertekan.
Akibat tanaman padi tumbang ini, otomatis hasil panen yang nantinya akan diperoleh bisa turun hingga 50 persen
Perkiraan penurunan hasil panen ini disampaikan oleh seorang petani bermarga Sitorus, yang menilai sebagian lahan tidak bisa sepenuhnya dipulihkan.
Memang hujan kemarin cukup deras yang disertai angin kencang, sehingga tanaman padi tumbang rata dengan tanah
Pernyataan serupa disampaikan petani lainnya bermarga Sinaga, yang mengungkapkan bahwa kondisi tanaman sebelumnya tumbuh baik sehingga kerugian terasa berat bagi warga.
Dampak jangka pendek dan prospek panen
Langkah sementara yang diambil petani adalah memperbaiki tanaman yang masih memungkinkan dan membiarkan yang tidak dapat diperbaiki sampai panen tiba. Meski demikian, potensi penurunan produksi diperkirakan akan berdampak pada pendapatan petani pada musim panen ini.
Sampai saat ini belum ada laporan resmi dari instansi setempat mengenai estimasi total kerugian atau bantuan yang akan diberikan. Kondisi lapangan masih menjadi prioritas petani untuk mitigasi segera agar kehilangan hasil dapat diminimalkan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Aceh Percepat Pembukaan Rute Ro-Ro Krueng Geukuh–Penang
Pemerintah Aceh percepat pembukaan rute Ro-Ro Krueng Geukuh–Penang dengan penugasan PT PEMA dan target propo...
250 Alumni Deppen Sumut Gelar Temu Kangen Anantakupa di Medan
Sekitar 250 alumni eks Deppen Sumut berkumpul dalam Temu Kangen Anantakupa di Medan untuk menjaga silaturahm...
Polsek Siantar Martoba Sosialisasi Relokasi SPPG Pondok Sayur
Polsek Siantar Martoba sosialisasikan relokasi SPPG Pondok Sayur pada 28 Agustus, memperkuat hubungan dan ke...
Konflik Ibu-Anak di Siantar Picu Pengancaman soal Sepeda Motor
Perselisihan ibu-anak di Siantar berujung ancaman karena permintaan sepeda motor tak terpenuhi; polisi meres...
Medan Rafting Championship 2026: Sport, Safety, dan Sustainability
Medan Rafting Championship 2026 digelar FAJI Kota Medan dengan pelatihan Water Rescue dan Aksi Bersih Sungai...
Polres Langkat Amankan S Terkait Narkoba; 1.228 Desa Masih Tertinggal
Sat Res Narkoba Polres Langkat menangkap S (49) di Baja Kuning; 1.228 desa di Sumut masih tertinggal dan sat...