Indonesia Kirim 37 Delegasi Studi Transmigrasi ke Tiongkok
Indonesia mengirim 37 delegasi ke Tiongkok untuk mengikuti seminar dan studi banding terkait pengembangan kawasan transmigrasi. Kegiatan berlangsung selama dua minggu dan dimulai setelah pertemuan di Kantor Kementrans, Kalibata, Jakarta pada Senin 27 Juli 2026. Tujuan utama adalah mempelajari manajemen pembangunan pertanian, pengelolaan irigasi, dan peningkatan produktivitas melalui teknologi pertanian yang lebih efisien.
Delegasi, durasi, dan fokus kegiatan
Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, memimpin inisiatif pembelajaran ini. Delegasi terdiri dari perwakilan instansi pemerintah, akademisi, dan praktisi lapangan. Mereka akan mengikuti seminar, kunjungan lapangan, dan diskusi teknis untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat disesuaikan dengan kondisi lokal di Indonesia.
Rangkaian kegiatan menitikberatkan pada tiga bidang utama: manajemen pembangunan pertanian, pengelolaan air irigasi, dan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas.
Harapan hasil dan penerapan ilmu
Menurut Wamentrans, pembelajaran dari pengalaman Tiongkok diharapkan dapat menjadi sumber gagasan untuk transformasi kawasan transmigrasi. Transfer teknologi dan pengetahuan ini bertujuan menghasilkan nilai tambah yang sesuai dengan potensi setiap daerah transmigrasi.
Kawasan transmigrasi dari Sabang sampai Merauke bisa dikembangkan sesuai kondisi sosial ekonomi dan budaya lokal. Potensi produk unggulan tiap kawasan dapat meningkat jika ilmu langsung dari Tiongkok kita adaptasi, kata Wamentrans Viva di Kantor Kementrans, Kalibata, Jakarta, pada Senin 27 Juli 2026.
Wamentrans menekankan pentingnya pemetaan sumber daya alam untuk memaksimalkan nilai ekonomi lokal. Selain itu, beberapa kawasan dinilai potensial menjadi role model yang dapat direplikasi di daerah lain.
Program teknis dan peningkatan kapasitas
Seminar dirancang untuk memberikan keahlian praktis kepada peserta. Topik meliputi teknik budidaya, sistem irigasi efisien, dan penggunaan alat pertanian modern. Harapannya, alat dan metode yang dipelajari dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat transmigrasi.
Wamentrans juga berharap adanya peningkatan kapasitas sumber daya manusia sehingga ilmu yang diperoleh bisa diubah menjadi kebijakan dan program yang berkelanjutan.
Beberapa kawasan transmigrasi sesuai dengan dinamika bisa kita terapkan sebagai role model dan kita harapkan ada peningkatan kapasitas. Pengembangan ilmu pengetahuan untuk memberdayakan masyarakat akan memberikan nilai tambah dan produktivitas, ucapnya.
Respon peserta akademis
Salah satu peserta dari Universitas Pajajaran, Deru, menyambut baik kesempatan studi banding ini. Ia menyebut persiapan mencakup pemahaman isu teknis yang akan dibahas selama seminar agar kunjungan lebih terarah dan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif.
Seminar pengembangan kawasan transmigrasi secara teknis paham isu transmigrasi. Mempersiapkan juga materi-materi yang akan kita bahas terkait hasilnya, ujar Deru.
Dengan durasi dua minggu, delegasi diharapkan kembali dengan rekomendasi konkret untuk perumusan kebijakan dan program lapangan. Implementasi pengetahuan dari studi banding ini menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat transmigrasi di Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...