Nasional

Data BPS Jadi Dasar Penanganan Backlog Perumahan

Bagikan:
Menteri PKP Maruarar Sirait membahas penanganan backlog perumahan

Data BPS akan menjadi dasar penanganan backlog perumahan nasional, kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait di Jakarta, Rabu 29 Juli 2026. Pemerintah mengandalkan pendataan berbasis nama dan alamat agar program penanganan tepat sasaran dan menyasar warga yang benar-benar membutuhkan.

Data BPS sebagai dasar kebijakan

Maruarar menyatakan sensus yang dilakukan Badan Pusat Statistik akan selesai bulan depan dan memberi angka akurat mengenai rumah yang belum dimiliki dan yang tidak layak huni. Dengan data rinci nama dan alamat, pemerintah bisa menyusun program bantuan rumah lebih terukur dan mempercepat penyaluran bantuan.

“Mudah-mudahan sensus yang dilakukan BPS selesai bulan depan, sehingga kami akan memperoleh data yang akurat,”

Definisi dan cakupan backlog

Backlog menggambarkan selisih antara kebutuhan dan ketersediaan rumah layak huni. Masalah ini terbagi menjadi dua jenis: backlog kepemilikan dan backlog kelayakan hunian, sehingga memerlukan pendekatan program yang berbeda.

Program yang berjalan dan koordinasi

Kementerian PKP telah menjalankan beberapa program untuk masyarakat berpenghasilan rendah, antara lain rumah subsidi, KUR perumahan, PNM Mekaar, serta program sertifikat tanah gratis. Skema ini ditujukan menutup kesenjangan kepemilikan sekaligus meningkatkan kualitas hunian.

Kementerian juga berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk penyediaan lahan. Informasi resmi terkait tugas dan program ATR/BPN dapat diakses melalui atrbpn.go.id.

Kerja sama internasional dengan Tiongkok

Maruarar membuka peluang kerja sama dengan Tiongkok dalam bidang teknologi, pembiayaan, dan pengembangan perumahan. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Fokus kami adalah masyarakat berpenghasilan rendah, kerja sama itu harus saling menguntungkan,”

Pihak Tiongkok, melalui Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan dan Pedesaan Ni Hong, menyatakan kesiapan berbagi pengalaman. Ia menegaskan perlunya saling belajar karena tantangan tiap negara berbeda.

“Karena tantangan setiap negara berbeda, maka kami siap saling belajar dan mencari solusi bersama,”

Dampak dan prospek

Dengan data BPS yang lebih akurat, strategi penanganan backlog diharapkan menjadi lebih terarah dan efisien. Targetnya adalah program perumahan yang tersasar sesuai kebutuhan, sehingga mampu menurunkan jumlah rumah tidak layak huni secara signifikan.

Ke depan, keberhasilan akan bergantung pada integrasi data, penyediaan lahan, dan keberlanjutan pembiayaan, termasuk kemungkinan kerja sama teknologi dan pendanaan dari mitra internasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait