Curiosity Selesaikan Pengeboran ke-47 di Mount Sharp
Rover Curiosity baru-baru ini menyelesaikan pengeboran ke-47 yang dinamai Campo Marte di lereng Mount Sharp, Mars. Keberhasilan ini merupakan langkah penting sebelum rover melanjutkan perjalanan menanjak ke area yang lebih tinggi untuk mengkaji target geologi baru.
Pengeboran dan tujuan analisis
Pengeboran pada lubang yang diberi nama Campo Marte menghasilkan sampel batuan yang kini menjadi fokus tim ilmuwan. Menurut ilmuwan planet Susanne P. Schwenzer, pekan ini difokuskan pada analisis detail sampel hasil pengeboran untuk memahami komposisi dan sejarah geologinya.
Instrumen yang digunakan
Berbagai instrumen di kapal penjelajah akan menjalankan tugasnya untuk mengurai data dari sampel. Rangkaian analisis meliputi:
- CheMin untuk mempelajari komposisi mineral;
- SAM untuk menganalisis zat-zat volatil yang dilepaskan dari sampel;
- ChemCam, APXS, MAHLI, dan Mastcam untuk mendokumentasikan lubang bor, serbuk, dan jumlah sampel yang berhasil dikumpulkan.
Hasil dari kombinasi instrumen ini akan memberi gambaran kimiawi dan tekstural yang lebih lengkap tentang material di lokasi pengeboran.
Pengamatan geologi sekitar
Selain menganalisis bor, Curiosity mengamati beberapa target geologi di sekitarnya. Dua lapisan sedimen tipis bernama Corcovado dan Junakas diteliti untuk mengetahui apakah keduanya memiliki komposisi kimia yang berbeda.
ChemCam juga mempelajari target bernama Palcaya dan sebuah batuan gelap bernama Alcamachi, yang diduga memiliki komposisi berbeda dari batuan sekitarnya. Sementara itu, target Magallanas diamati menggunakan metode spektroskopi untuk mengungkap karakteristik mineralnya.
Dokumentasi citra jarak jauh
Tim juga berhasil merencanakan mosaik citra jarak jauh menggunakan ChemCam. Mosaik itu terdiri dari 24 frame yang mendokumentasikan struktur sedimen di area sekitar. Jumlah frame tersebut berpotensi menjadi salah satu rangkaian citra terpanjang yang pernah dihasilkan instrumen tersebut.
Langkah berikutnya
Setelah rangkaian pengamatan dan analisis selesai, Curiosity akan kembali melanjutkan pendakian di Mount Sharp menuju lokasi penelitian berikutnya. Para ilmuwan berharap area baru ini dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai sejarah geologi dan lingkungan purba Mars.
Catatan: Curiosity telah beroperasi di Mars selama lebih dari 13 tahun, terus mengumpulkan data untuk menyingkap masa lalu planet merah ini.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menaker Yassierli: Pemimpin Muda Berjiwa Inovatif untuk Indonesia 2045
Menaker Yassierli mengajak generasi muda kembangkan growth mindset dan inovasi saat Tanoto Scholars Gatherin...
Tanoto Foundation Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa lewat TSG 2026
Tanoto Foundation mengadakan TSG 2026 di Pangkalan Kerinci (23–25 Juli) diikuti 240 penerima beasiswa TELADA...
THEFI 2026 Buka Peluang Beasiswa S1–S3 di Taiwan
THEFI 2026 digelar 1–9 Agustus di lima kota; 65 universitas Taiwan tawarkan beasiswa S1–S3 dan layanan konsu...
KPPU Rampungkan Investigasi TikTok Shop–Tokopedia, Menuju Sidang
KPPU menyelesaikan penyidikan dugaan praktik monopoli TikTok Shop–Tokopedia dan akan segera melanjutkan kasu...
MK: Operator Dilarang Hanguskan Kuota Pelanggan
MK memutuskan operator tidak boleh menghapus kuota tak terpakai dan harus menyediakan mekanisme seperti roll...
Indonesia Gaet Investor China untuk Percepat Investasi Data Center
Indonesia mengundang investor China untuk menanam modal di sektor data center yang tumbuh pesat, didukung in...