Capaian Cek Kesehatan Gratis Medan Baru 4,6% dari Target
MEDAN — Dinas Kesehatan Kota Medan mencatat realisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) baru mencapai sekitar 4,6 persen dari target tahunan sebesar 46 persen. Kondisi ini dipaparkan saat rapat evaluasi yang digelar Jumat (10/7) dan dikaitkan dengan rendahnya partisipasi masyarakat serta kendala teknis di lapangan.
Capaian versus target
Menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Surya, hasil pelayanan CKG wajib diinput ke aplikasi nasional SatuSehat agar dapat dipantau oleh pemerintah pusat. Tanpa data yang terunggah, angka capaian daerah tidak terdeteksi secara resmi.
"Semua pelayanan yang dilakukan petugas harus diinput ke aplikasi. Dari situ capaian daerah bisa terbaca oleh tim pusat,"
| Indikator | Target / Realisasi |
|---|---|
| Target tahunan | 46% |
| Target triwulan I | ~23% |
| Realisasi tercatat di sistem | 4,6% |
| Perkiraan pelayanan offline | ~10% (sekitar 5.000 hasil menunggu sinkronisasi) |
Penyebab rendahnya partisipasi
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Medan, Elsa Dodolang, menyebut salah satu penyebab utama adalah persepsi masyarakat. Banyak warga menganggap CKG sama dengan medical check-up yang memakan waktu lama.
"Kadang masyarakat ingin langsung diperiksa. Padahal ada proses wawancara dan edukasi yang memang menjadi bagian dari SOP. Mungkin ini yang membuat sebagian masyarakat merasa prosesnya lama,"
Elsa menerangkan bahwa pemeriksaan CKG lebih menitikberatkan pada skrining faktor risiko penyakit. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, lingkar perut, serta pengisian kuesioner gaya hidup termasuk riwayat merokok.
Strategi percepatan dan jemput bola
Dinas Kesehatan telah mendorong sosialisasi sejak peluncuran program. Namun Surya menegaskan keberhasilan memerlukan keterlibatan lintas pihak, mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga lingkungan.
"Kita membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama yang memiliki kewilayahan, mulai dari kecamatan, kelurahan hingga lingkungan,"
Sebagai strategi jemput bola, layanan CKG kini juga dibuka di berbagai kegiatan masyarakat. Lokasi yang disasar meliputi:
- Universitas Sumatera Utara (USU)
- kegiatan pengajian
- gereja
- perusahaan-perusahaan
Sinkronisasi data dan harapan ke depan
Elsa menyatakan ada sekitar 5.000 hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan namun belum tersinkronisasi ke sistem nasional. Dinas Kesehatan berupaya mempercepat proses input agar seluruh pelayanan tercatat resmi.
"Kami terus berupaya mempercepat proses input data agar seluruh pelayanan yang sudah dilakukan dapat tercatat dalam sistem nasional,"
Dia juga menekankan pentingnya skrining dini untuk menangkal tren penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan stroke.
"Kita ingin menemukan faktor risikonya lebih awal sehingga bisa dikendalikan sebelum menjadi penyakit yang membutuhkan pembiayaan besar,"
Di akhir penjelasan, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif mendukung program nasional ini agar cakupan CKG dapat meningkat sesuai target.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wawali Sabang Hadiri HUT ke-27 Bireuen, Ajak Perkuat Kerja Sama Antar Daerah
Wawali Sabang Suradji Junus menghadiri HUT ke-27 Bireuen (12/10), menyampaikan harapan peningkatan pembangun...
Aceh Besar Dukung PKM UIN Ar-Raniry, 517 Mahasiswa Turun
Pemkab Aceh Besar bahas PKM UIN Ar-Raniry melibatkan 517 mahasiswa di Lhoknga dan Leupung, mulai 22 Oktober...
Bupati Aceh Besar Tekankan Pelestarian Bahasa Aceh di Festival 2026
Bupati Aceh Besar minta peran bersama menjaga bahasa Aceh dan mendorong perlindungan hak budaya seperti kuah...
Kecelakaan di Simalungun: 5 Luka, Ibu Hamil Alami Keguguran
Kecelakaan di Jalan Medan Km 20-21, Simalungun, menewaskan tidak ada korban jiwa; lima penumpang luka dan se...
Wesly Silalahi Hadiri Ibadah Utus-Sambut di GPIB Maranatha
Wali Kota Wesly Silalahi hadir dalam ibadah utus-sambut GPIB Maranatha, memberi penghargaan kepada pendeta l...
Alokasi Bantuan Bedah Rumah Sumut 2026 Melonjak Jadi 15.011 Unit
Pemprov Sumut meningkatkan alokasi bedah rumah 2026 menjadi 15.011 unit; pemda diminta segera lengkapi admin...