Nasional

Penyaluran BSPS Pengaruhi Penyerapan Anggaran Kementerian PKP

Bagikan:
Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Jakarta Pusat

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengatakan proses penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) memengaruhi realisasi anggaran pada awal Agustus 2026. Sekretaris Jenderal Didyk Choiroel menyebut pencairan harus melalui verifikasi penerima sehingga berdampak pada penyerapan anggaran kementerian.

Realisasi anggaran hingga akhir Juli

Hingga 31 Juli 2026, realisasi anggaran Kementerian PKP tercatat sebesar Rp3,27 triliun dari pagu reguler Rp10,38 triliun. Proyeksi pada 1 Agustus meningkat menjadi Rp3,402 triliun atau 33,01 persen.

Item Nilai (Rp) Persentase
Pagu reguler 10,38 triliun 100%
Realisasi 31 Juli 2026 3,27 triliun 31,50% (sekitar)
Proyeksi 1 Agustus 2026 3,402 triliun 33,01%

Dampak BSPS pada penyerapan belanja barang

Menurut Didyk, proses penyaluran BSPS membutuhkan tahapan verifikasi yang ketat. Tahapan ini membuat pencairan tidak bisa langsung dilakukan sekaligus, sehingga menahan laju penyerapan belanja barang kementerian.

Ia menjelaskan sebagian besar alokasi belanja barang, sekitar 81 persen, dialokasikan untuk program BSPS. Sampai akhir Juli, penyerapan belanja barang berada di angka 28,83 persen dengan proyeksi naik menjadi 30,23 persen pada 1 Agustus.

"Sebetulnya kita masih punya kesempatan pencairan dana sampai dengan pukul 16.00 WIB kalau di APBN. Jadi dalam jangka waktu antara 31 ke tanggal 1 kita naik sekitar 2 persenan,"

Upaya percepatan penyaluran

Untuk mempercepat penyaluran, Kementerian PKP sedang mengimplementasikan Peraturan Menteri PKP Nomor 6 Tahun 2026. Didyk optimistis regulasi itu akan membantu memperlancar proses verifikasi dan pencairan dana.

Selain regulasi, Kementerian juga mendorong seluruh balai teknis untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas. Target penyerapan awal Agustus adalah 40 persen, dan kementerian terus menggenjot realisasi melalui akselerasi program.

"Dan memang untuk belanja barang ini, karena sebagian besar nilai 81 persennya adalah untuk BSPS. Kita saat ini 28,83 persen dan proyeksi kita sampai dengan 1 Agustus 30,23 persen,"

Prospek dan implikasi

Meski realisasi masih di bawah target, Kementerian PKP menegaskan upaya percepatan terus berjalan. Jika verifikasi dan pencairan BSPS dipercepat sesuai aturan, penyerapan anggaran diperkirakan mendekati target dalam bulan-bulan mendatang.

Percepatan penyaluran penting untuk memastikan penerima bantuan siap menerima dana dan program perumahan berjalan sesuai target. Kementerian akan terus memantau pelaksanaan hingga target penyerapan tercapai.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait