Nasional

KAI Luncurkan Bali Sustainability Project 2026-2031

Bagikan:
Peluncuran Bali Sustainability Project oleh Kawan Alam Indonesia di Denpasar, 23 Juni 2026

Kawan Alam Indonesia meluncurkan Bali Sustainability Project (BSP) 2026-2031 sebagai program prioritas untuk mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis kolaborasi lingkungan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Peluncuran dilakukan saat Kongres Ke-I Kawan Alam Indonesia di Denpasar, Bali, Senin (23/6/2026). Program ini dirancang untuk menjadi model yang dapat direplikasi pada tingkat daerah di seluruh Indonesia.

Peluncuran dan tujuan BSP

Peluncuran BSP menjadi salah satu keputusan utama kongres yang juga menetapkan arah gerakan organisasi lima tahun ke depan. BSP melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan komunitas lingkungan sebagai mitra kolaboratif. Tujuannya adalah menggabungkan perlindungan alam dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

"Menjaga alam bukan sekadar program, melainkan cara hidup yang harus menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia,"

"Melalui BSP, kami ingin membangun kolaborasi yang mampu melahirkan solusi nyata bagi lingkungan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat,"

Agenda strategis BSP

BSP akan fokus pada beberapa agenda strategis yang dianggap prioritas oleh pengurus dan peserta kongres. Agenda ini diharapkan mendorong praktik berkelanjutan di sektor ekonomi dan konservasi. Berikut garis besar fokus BSP:

  • Konservasi lingkungan dan perlindungan habitat kritis.
  • Pengelolaan pesisir dan laut berkelanjutan, termasuk perluasan kawasan konservasi laut.
  • Percepatan pengurangan sampah plastik sekali pakai.
  • Pendidikan lingkungan hidup untuk masyarakat dan generasi muda.
  • Pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru berbasis komunitas.
  • Pelestarian budaya dan kearifan lokal sebagai bagian dari strategi konservasi.

Rekomendasi kongres 2026-2031

Kongres menyepakati sejumlah rekomendasi yang menjadi arah advokasi KAI hingga 2031. Rekomendasi ini akan diintegrasikan dalam Program Kerja KAI periode mendatang. Pokok-pokok rekomendasi antara lain:

  • Dukungan implementasi ekonomi biru dan perlindungan kawasan pesisir serta mangrove.
  • Percepatan pengurangan sampah plastik sekali pakai melalui kebijakan dan program masyarakat.
  • Pengembangan ekonomi sirkular berbasis komunitas.
  • Perluasan dan pengelolaan kawasan konservasi laut yang lebih efektif.

Peran perempuan dan sinergi pemangku kepentingan

Kongres menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan lingkungan. KAI menegaskan perlunya membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk memimpin upaya konservasi. Hal ini dianggap krusial demi keberlanjutan sumber daya alam dan pembangunan inklusif.

"Perempuan harus diberi ruang yang lebih luas untuk tampil di garda terdepan konservasi Nusantara. Kawan Alam Indonesia ingin menjadi rumah yang melahirkan lebih banyak perempuan pemimpin lingkungan,"

Tokoh lain memandang KAI sebagai mitra strategis dalam memperkuat partisipasi masyarakat. Mereka juga menekankan sinergi lintas sektor untuk menjaga ekosistem pesisir dan laut.

"Kita membutuhkan gerakan masyarakat yang mampu menjembatani kepentingan pembangunan dengan kelestarian lingkungan,"

"Laut bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Karena itu, sinergi seluruh pihak menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar,"

Penutup: tindak lanjut dan implikasi

Kongres Ke-I ditutup dengan penetapan Program Kerja KAI periode 2026-2031 dan deklarasi bersama seluruh peserta untuk memperkuat kolaborasi. Keberhasilan BSP akan bergantung pada komitmen pemangku kepentingan dan langkah konkret di lapangan. Jika dijalankan konsisten, BSP berpotensi menjadi model pembangunan berkelanjutan yang direplikasi di wilayah lain.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait