BRT Medan Didukung, Politikus Minta Penggantian Pohon yang Ditebang
Anggota DPRD Kota Medan Ahmad Afandi Harahap menyatakan dukungan terhadap pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Medan, namun meminta jaminan penggantian pohon yang ditebang dan transparansi proses. Pernyataan disampaikan kepada awak media pada Kamis (5/6), dengan alasan BRT penting untuk mengurai kemacetan dan mendorong transportasi publik berkelanjutan.
Dukungan dengan catatan lingkungan
Afandi menilai program BRT dapat menekan penggunaan kendaraan pribadi dan memperbaiki layanan transportasi publik. Namun ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan kualitas lingkungan kota.
“Saya mendukung upaya pemerintah menghadirkan sistem transportasi yang lebih baik dan berkelanjutan. Namun, dukungan tersebut tidak berarti mengabaikan dampak yang ditimbulkan selama proses pembangunan berlangsung,”
Peran pohon di ruang kota
Anggota dewan itu menyoroti penebangan pohon yang telah tumbuh puluhan tahun di median jalan dan menjadi bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Medan. Ia mengingatkan fungsi ekologis pohon bagi masyarakat perkotaan.
- Menyerap karbon dan menghasilkan oksigen
- Menahan debu dan mengurangi polusi udara
- Mengurangi panas dan membuat kota lebih sejuk
- Memperindah wajah kota
Permintaan transparansi dan kompensasi
Afandi meminta agar setiap penebangan dilengkapi rencana penggantian pohon dan mekanisme yang jelas. Ia menekankan pentingnya keterbukaan agar masyarakat tidak berspekulasi negatif.
“Masyarakat juga berhak mengetahui berapa jumlah pohon yang ditebang, bagaimana mekanisme penebangannya, ke mana hasil kayu tersebut dibawa, serta bagaimana rencana reboisasi atau penanaman penggantinya. Transparansi menjadi penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat,”
Alternatif lokasi penanaman kembali
Afandi mengatakan penanaman kembali tidak harus selalu di lokasi yang sama jika kondisi teknis tidak memungkinkan. Ia menyarankan beberapa lokasi alternatif untuk kompensasi penghijauan:
- Taman kota
- Kawasan permukiman
- Bantaran sungai
- Fasilitas umum
- Lahan milik pemerintah yang memungkinkan
RTH dan kewajiban perencanaan
Politikus Partai Demokrat itu juga mengingatkan target ideal RTH sesuai Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007, yang menyebut wilayah perkotaan idealnya memiliki minimal 30 persen RTH. Menurutnya, Kota Medan masih jauh dari target tersebut.
Afandi menegaskan bahwa pembangunan BRT seharusnya menjadi contoh bahwa kemajuan infrastruktur dapat berjalan bersamaan dengan kelestarian lingkungan. Ia meminta agar jumlah pohon pengganti bahkan lebih banyak dibanding yang ditebang, sebagai kompensasi ekologis.
“Ke depan, pembangunan Kota Medan harus mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan. Infrastruktur memang penting, tetapi kualitas lingkungan hidup juga tidak kalah penting,”
Dengan demikian, Afandi berharap proyek BRT tidak hanya meningkatkan mobilitas, tetapi juga memperkuat upaya penghijauan dan menjaga kualitas hidup warga kota.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bupati Ajak Raja Luat Bersama Wujudkan Padang Lawas Maju
Bupati Putra Mahkota ajak 16 raja luat bersinergi wujudkan Padang Lawas Maju melalui silaturahim dan penyera...
Polsek Hutaimbaru Gelar Dialog 'Kopi Kamtibmas' Pererat Sinergi Keamanan
Polsek Hutaimbaru menggelar forum dialog Kopi Kamtibmas pada 24/7 untuk pererat sinergi keamanan, lawan nark...
17 Camat Mangkir, Pembahasan P-APBD Deliserdang Terhenti
Pembahasan LPP APBD 2025 di DPRD Deliserdang tertunda setelah 17 dari 22 Camat tidak hadir dalam rapat Bangg...
Baznas Palas Salurkan Bantuan untuk 10 Guru Tahfiz
Baznas Padanglawas menyalurkan bantuan zakat kepada 10 guru tahfiz dan dukungan pendidikan pada 24 Juli di S...
Polres Langsa Bongkar Ladang Ganja, 83 Tanaman Diamankan
Satresnarkoba Polres Langsa menangkap satu tersangka dan mengamankan 83 batang ganja di ladang sawit Gampong...
IAIN Langsa Kembangkan Pusat BIPA, Tarik 657 Calon Mahasiswa Internasional
IAIN Langsa lakukan studi banding ke UMSU untuk membangun Pusat BIPA sebagai dukungan bagi 657 calon mahasis...