OJK Cabut Izin PT BPR Syariah Hasanah Mandiri di Depok
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT BPR Syariah Hasanah Mandiri yang beroperasi di Depok, Jawa Barat, berdasarkan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Nomor KEP-57/D.03/2026 tanggal 16 Juli 2026. Keputusan ini diambil setelah upaya penyehatan gagal dan sebagai tindak lanjut penanganan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Keputusan pencabutan izin
Pencabutan izin diumumkan setelah OJK menilai pengurus dan pemegang saham tidak mampu memenuhi persyaratan perbaikan modal dan likuiditas. Sebelumnya bank telah ditetapkan sebagai bank dalam penyehatan pada Juli 2025 karena rasio permodalan dan likuiditasnya berada di bawah ketentuan.
Proses pengawasan dan kronologi
OJK memberikan kesempatan kepada pihak bank untuk melakukan perbaikan. Namun, setelah proses penyehatan berjalan, perbaikan tidak tercapai. Karena itu, pada 2 Juli 2026 OJK menetapkan bank sebagai bank dalam resolusi, dan beberapa hari kemudian mengeluarkan keputusan pencabutan izin resmi.
“Pencabutan izin usaha merupakan bagian dari tindakan pengawasan kami,” kata Kepala OJK Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, Edwin Nurhadi, Jumat 17 Juli 2026.
Peran LPS dan dampak bagi nasabah
Edwin menyampaikan bahwa LPS telah memutuskan penanganan bank tersebut melalui proses likuidasi. Dengan pencabutan izin, tugas penjaminan simpanan dan pelaksanaan likuidasi beralih ke LPS sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Kami pastikan proses penanganan dilakukan secara berhati-hati untuk menjaga stabilitas sistem perbankan nasional,” ujarnya.
Implikasi untuk industri perbankan
OJK menegaskan langkah ini dilakukan untuk memperkuat industri perbankan dan menjaga kepercayaan masyarakat. Pencabutan izin dan proses likuidasi oleh LPS dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah bank bermasalah secara teratur dan meminimalkan risiko sistemik.
Pihak nasabah dan pemangku kepentingan terkait diharapkan mengikuti informasi resmi dari OJK dan LPS terkait proses penanganan, hak simpanan, serta prosedur likuidasi yang akan dijalankan sesuai ketentuan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...