Investasi Q2 2026 Capai Rp511,8T, Hong Kong Pimpin PMA
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi Indonesia pada Triwulan II 2026 sebesar Rp511,8 triliun, naik 7,1 persen dibanding periode sama tahun lalu. Data ini diumumkan pada 17 Juli 2026 dan menunjukkan penyerapan tenaga kerja mencapai 742.293 orang, di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Realisasi investasi dan komposisi
Pencapaian Triwulan II menunjukkan investasi tetap terjaga. Total tersebut terdiri dari investasi asing dan domestik yang hampir seimbang.
Penanaman Modal Asing tercatat sebesar Rp257,7 triliun atau 50,4 persen dari total. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri mencapai Rp254,1 triliun atau 49,6 persen.
Hong Kong melompat jadi pemimpin PMA
Triwulan ini menandai perubahan komposisi negara investor. Untuk pertama kali dalam satu dekade, Hong Kong menjadi kontributor PMA terbesar, mengungguli negara lain.
"Di kuartal kedua ini untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir Tiongkok investasinya lebih agresif melalui Hongkong. Sehingga posisi pertama dari PMA di kuartal kedua ini ditempati oleh Hongkong dengan USD5 miliar," ujar Rosan P. Roeslani di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.
Perubahan ini menunjukkan pergeseran aliran modal asing melalui hub regional. Dampaknya tampak pada struktur investasi sektor dan lokasi proyek.
Dominasi investasi di luar Jawa dan provinsi teratas
Investasi di luar Pulau Jawa tetap dominan, mencapai Rp256,5 triliun atau 50,1 persen dari total realisasi. Hal ini memperkuat pemerataan kegiatan investasi ke wilayah luar Jawa.
Lima provinsi dengan realisasi investasi terbesar pada Triwulan II 2026 adalah:
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Maluku Utara
- Jawa Timur
- Sulawesi Tengah
Hilirisasi: bauksit menggantikan nikel
Realisasi investasi pada sektor hilirisasi mencapai Rp152,7 triliun, naik 5,7 persen secara tahunan. Nilai ini setara hampir 30 persen dari total realisasi triwulan kedua, tepatnya 29,8 persen.
"Realisasi investasi di bidang hilirisasi untuk triwulan kedua ini angkanya Rp152,7 triliun atau meningkat 5,7 persen (YoY). Total realisasi investasinya ini hampir mencapai 30 persen atau 29,8 persen dari total realisasi investasi di triwulan kedua tahun 2026," ucap Rosan.
Bauksit kini menjadi komoditas hilirisasi dengan nilai investasi terbesar, menggeser posisi nikel. Perubahan ini didorong proyek hilirisasi bauksit oleh penanam modal domestik dan asing.
Upaya pemerintah dan prospek ke depan
Pemerintah menegaskan akan mempertahankan momentum melalui penyederhanaan perizinan, penguatan ekosistem investasi, percepatan pembangunan kawasan industri, serta peningkatan layanan kepada investor. Selain bauksit, pengembangan hilirisasi komoditas lain seperti kelapa sawit juga terus didorong untuk menambah nilai tambah industri nasional.
Langkah kebijakan tersebut diharapkan menjaga pertumbuhan investasi dan mendorong pemerataan ekonomi ke wilayah non-Jawa dalam sisa 2026.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Arbitrase Kripto: Cara Kerja dan Risiko di Pasar yang Makin Efisien
Arbitrase kripto memanfaatkan selisih harga antar exchange, namun peluang kini menyempit akibat otomatisasi...
Menko Airlangga Bertemu Menlu Tiongkok, Perkuat Kemitraan Strategis
Menko Airlangga bertemu Menlu Wang Yi di Shanghai (18 Juli 2026) untuk memperkuat kemitraan strategis, terma...
Pedagang Buah Potong Raup Jutaan per Hari di Subulussalam
Pedagang buah potong di Lapangan Sadakata, Subulussalam, meraih omzet jutaan per hari; penjualan naik hingga...
Investasi Lingga Lampaui Target Provinsi, Capai Rp57,8 Miliar
Realisasi investasi Lingga mencapai Rp57,8 miliar (116% target) hingga pertengahan 2026, didorong perbaikan...
Harga Emas Antam Naik Rp8.000 per Gram di Akhir Pekan
Harga emas Antam naik Rp8.000 menjadi Rp2.614.000/gram pada 18 Juli 2026; buyback melonjak Rp16.000 menjadi...
Jasa Marga Jadi Mentor Command Center untuk Marketing CoE
Jasa Marga menjadi mentor Command Center dalam Marketing CoE untuk transfer pengetahuan dan penguatan layana...