Airlangga Temui Wang Yi, Dorong Kerja Sama AI dan Investasi
Shanghai. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Sabtu, di sela peluncuran organisasi AI global baru. Pertemuan itu menekankan upaya mempererat kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI), investasi, dan perdagangan antara Indonesia dan China.
Pertemuan dan peran Indonesia di WAICO
Pertemuan berlangsung bertepatan dengan pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), di mana Indonesia menjadi anggota pendiri. Dalam pertemuan, Wang Yi menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan Indonesia sebagai pendiri organisasi tersebut.
Airlangga menyatakan dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap pembentukan WAICO dan memuji peran Presiden Xi Jinping. Ia juga mengusulkan agar Indonesia dipertimbangkan menduduki posisi senior di sekretariat WAICO.
"Melalui WAICO, Indonesia berharap tata kelola AI global mendorong pembangunan yang berkeadilan, pendekatan berpusat pada manusia, kedaulatan negara, multilateralisme inklusif, dan prinsip yang selaras dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa."
Dorongan kerja sama ekonomi dan perdagangan
Selain isu AI, pembicaraan menyoroti percepatan akses pasar bagi ekspor Indonesia. Airlangga menekankan pentingnya mempercepat pembukaan pasar karena China masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia.
Ia juga mengundang perusahaan-perusahaan besar China untuk menambah investasi di Indonesia, khususnya pada sektor industri bernilai tambah dan proyek ekonomi digital.
- Manufaktur maju
- Proyek ekonomi digital
- Taman industri dalam inisiatif Two Countries, Twin Parks (TCTP)
Langkah strategis dan agenda mendatang
Airlangga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap kepemimpinan China sebagai ketua APEC 2026. Ia juga mengusulkan penyelenggaraan pertemuan bisnis bilateral berbarengan dengan rencana pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Xi pada forum APEC di Shenzhen.
Usulan ini bertujuan memperkuat ikatan ekonomi kedua negara melalui dialog pemerintah dan swasta yang terfokus. Inisiatif seperti itu diharapkan membuka peluang investasi baru dan mempermudah akses pasar bagi produk Indonesia.
Dengan posisi sebagai anggota pendiri WAICO dan dorongan kuat pada hubungan ekonomi, Indonesia menempatkan isu tata kelola AI dan kerja sama investasi sebagai prioritas diplomasi ekonomi ke depan. Rencana pertemuan tingkat tinggi di Shenzhen menjadi momentum untuk menerjemahkan pembicaraan menjadi langkah konkret.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Peringatan 50 Tahun Enterprise, Cikal Bakal Pesawat Ulang-Alik
NASA memperingati 50 tahun Enterprise OV-101, pesawat prototipe yang membuka jalan bagi teknologi pesawat ul...
Indonesia Butuh Verifikasi Identitas dan Perlindungan Data yang Kuat
Ahli mendesak penguatan verifikasi identitas dan perlindungan data pribadi seiring layanan publik beralih ke...
iPhone 18 Pro, Pro Max dan Duo Kantongi 40% TKDN
Tiga model iPhone — 18 Pro, 18 Pro Max, dan iPhone Duo — tercatat memiliki 40% TKDN, langkah awal menuju pen...
Evaluasi Pemerintah: Roblox Paling Progresif Lindungi Anak, X dan Meta Kritis
Pemerintah nilai kemajuan perlindungan anak di platform digital tak merata; Roblox paling progresif, X dan M...
IHCBS 2026 Dorong AI Berpusat pada Manusia untuk Produktivitas
IHCBS 2026 di Tangerang menekankan kebijakan dan praktik AI berpusat pada manusia untuk meningkatkan produkt...
BRIN Pantau Anak Krakatau: Tidak Ditemukan Potensi Tsunami
BRIN: peningkatan aktivitas Anak Krakatau awal Sept 2026 belum memicu anomali muka air yang menunjukkan pote...