Studentpreneur Bootcamp MCEBI Dorong Wirausahawan Muda
Studentpreneur Bootcamp yang diselenggarakan oleh MCEBI berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang pada 17-19 Juli 2026. Program ini bertujuan membekali mahasiswa PTMA dengan kompetensi bisnis praktis dan mendorong lahirnya wirausahawan muda yang kompetitif. Kegiatan menggabungkan pembelajaran akademik, praktik kewirausahaan, dan pendampingan dari pemerintah serta industri.
Penyerahan RPS dan dukungan kementerian
Pada pembukaan, Ketua MCEBI PTMA, Dr. Endang Rudiatin, M.Si., menyerahkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Kewirausahaan kepada Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. RPS itu merupakan buah kerja sama 30 PTMA yang disusun dalam Workshop Bootcamp 2025 di Yogyakarta. Penyerahan disaksikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, yang membuka acara.
Wakil Menteri menilai program ini berbeda karena memadukan teori dan praktik. Ia mendorong pengembangan berkelanjutan agar kampus menjadi ruang inkubasi wirausaha bagi mahasiswa.
Pendampingan dari Kementerian dan industri
Di hari kedua dan ketiga, peserta mendapat pendampingan intensif dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Materi mencakup manajemen rantai pasok oleh Asisten Deputi Rantai Pasok dan pengembangan inkubator bisnis oleh Asisten Deputi Inkubasi Kementerian UMKM.
Industri juga terlibat. PT Jatinom Indah memberikan materi penguatan mentalitas bisnis. Lembaga Pemeriksa Halal (LPH-KHT) PP Muhammadiyah mengedukasi pentingnya sertifikasi halal untuk produk pangan.
Kompetisi bisnis dan mekanisme penilaian
Peserta mengikuti kompetisi bisnis yang terbagi dalam tujuh kategori. Penilaian dilakukan komprehensif meliputi presentasi pitch deck, konten video promosi, dan wawancara produk yang dipamerkan di Sengkaling Culinary.
- Kerajinan
- Fesyen
- Kuliner siap saji
- Kuliner kemasan
- Jasa digital
- Jasa non-digital
- Budidaya
Penutup dan peluang lanjutan
Rangkaian ditutup pada Minggu, 19 Juli 2026, dengan jalan sehat dan penguatan visi "Becoming Muslimtechnopreneurs" oleh Ketua MCEBI, Dr. Endang Rudiatin. Ia menyampaikan bahwa peserta terbaik berhak mendapat akses business matching untuk membuka peluang kolaborasi dan pendanaan.
"Melalui penilaian kompetisi yang kompetitif ini, para peserta terbaik berhak mendapatkan peluang emas berupa fasilitas business matching yang mempertemukan mereka langsung dengan jaringan pengusaha besar untuk keberlanjutan dan pendanaan bisnis nyata di masa depan,"
Program ini memberi kesempatan nyata bagi mahasiswa PTMA untuk menguji ide bisnis, membangun jejaring, dan mempersiapkan langkah komersialisasi. Ke depan, penguatan RPS serta kolaborasi pemerintah dan industri diharapkan memperkuat ekosistem kewirausahaan kampus.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Peringatan 50 Tahun Enterprise, Cikal Bakal Pesawat Ulang-Alik
NASA memperingati 50 tahun Enterprise OV-101, pesawat prototipe yang membuka jalan bagi teknologi pesawat ul...
Indonesia Butuh Verifikasi Identitas dan Perlindungan Data yang Kuat
Ahli mendesak penguatan verifikasi identitas dan perlindungan data pribadi seiring layanan publik beralih ke...
iPhone 18 Pro, Pro Max dan Duo Kantongi 40% TKDN
Tiga model iPhone — 18 Pro, 18 Pro Max, dan iPhone Duo — tercatat memiliki 40% TKDN, langkah awal menuju pen...
Evaluasi Pemerintah: Roblox Paling Progresif Lindungi Anak, X dan Meta Kritis
Pemerintah nilai kemajuan perlindungan anak di platform digital tak merata; Roblox paling progresif, X dan M...
IHCBS 2026 Dorong AI Berpusat pada Manusia untuk Produktivitas
IHCBS 2026 di Tangerang menekankan kebijakan dan praktik AI berpusat pada manusia untuk meningkatkan produkt...
BRIN Pantau Anak Krakatau: Tidak Ditemukan Potensi Tsunami
BRIN: peningkatan aktivitas Anak Krakatau awal Sept 2026 belum memicu anomali muka air yang menunjukkan pote...