Investasi Semester I 2026 Tembus Rp1.010,6 Triliun
Realisasi investasi Indonesia pada Semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, atau 49,5 persen dari target tahunan, tumbuh 7,2 persen year-on-year. Laporan pemerintah juga mencatat penyerapan 1.448.862 tenaga kerja hingga 30 Juni 2026.
Detail realisasi dan serapan tenaga kerja
Badan Koordinasi Penanaman Modal/Kementerian Investasi mencatat total investasi sebesar Rp1.010,6 triliun pada semester pertama 2026. Nilai itu terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Pencapaian ini juga berdampak pada pasar kerja. Pemerintah melaporkan realisasi investasi menyerap 1.448.862 tenaga kerja, meningkat sekitar 15 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Komposisi PMA dan PMDN
PMA tercatat sebesar Rp507,6 triliun (50,2 persen dari target semester), sementara PMDN mencapai Rp502,9 triliun (49,8 persen). Distribusi ini menunjukkan kontribusi hampir seimbang antara modal asing dan domestik.
Persebaran wilayah dan sektor unggulan
Dari sisi geografis, investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp507,8 triliun atau 50,2 persen, sedikit lebih tinggi daripada investasi di Pulau Jawa yang sebesar Rp502,8 triliun (49,8 persen). Hal ini menandakan peningkatan minat penanaman modal di luar Jawa.
Sektor yang mendominasi aliran modal adalah industri logam dasar, barang logam bukan mesin, serta jasa lain. Sektor pertambangan, transportasi, pergudangan, telekomunikasi, dan pengembangan kawasan industri/perkantoran juga tercatat sebagai pendorong utama.
Investasi hilirisasi
Pemerintah mencatat nilai investasi di sektor hilirisasi sebesar Rp300,1 triliun atau 29,7 persen dari total investasi nasional. Investasi ini masih didominasi oleh komoditas mineral seperti bauksit, nikel, tembaga, besi baja, dan pasir silika.
| Keterangan | Nilai (Rp triliun) | Persentase |
|---|---|---|
| Total realisasi | 1.010,6 | 49,5% target tahunan |
| PMA | 507,6 | 50,2% |
| PMDN | 502,9 | 49,8% |
| Luar Pulau Jawa | 507,8 | 50,2% |
| Hilirisasi | 300,1 | 29,7% |
Respons pemerintah dan langkah ke depan
Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, menilai capaian ini sebagai tanda kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026, ia menekankan perlunya menjaga momentum tersebut.
"Capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga. Menurutnya, investasi terus tumbuh meski dunia masih menghadapi tantangan ekonomi global dan dinamika geopolitik," ujar Rosan P. Roeslani.
Ia menambahkan pemerintah akan mempercepat penyederhanaan perizinan, memperkuat ekosistem investasi, mempercepat pembangunan kawasan industri serta hilirisasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada investor.
Dengan laju saat ini, pemerintah mengandalkan kebijakan iklim investasi dan pembangunan infrastruktur untuk mendorong realisasi target tahunan pada sisa 2026.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...