Olahraga

PON XXII 2028 Bidik Sport Tourism di NTT-NTB

Bagikan:
Marciano Norman meninjau Hapu Mbay Hall di Sumba Timur untuk persiapan PON XXII 2028

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menargetkan PON XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat menjadi ajang sport tourism berkelas yang mendorong perekonomian lokal. Target itu disampaikan usai peninjauan Hapu Mbay Hall, Kabupaten Sumba Timur, pada Minggu, 19 Juli 2026.

KONI Pusat: PON harus berimbas pada perekonomian

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menegaskan bahwa keberhasilan PON bukan hanya soal prestasi dan penyelenggaraan. Ia menilai dampak ekonomi bagi masyarakat lokal harus menjadi ukuran utama.

"Selain sukses penyelenggaraan, prestasi, administrasi, PON harus sukses perekonomian yang di dalamnya sukses pariwisata. Bagaimana PON ini memberikan dampak ke seluruh pegiat di sektor pariwisata mulai akomodasi, konsumsi, UMKM dan sebagainya,"

Marciano berharap ajang ini dapat menggerakkan sektor pariwisata, akomodasi, usaha kecil menengah, dan berbagai layanan pendukung lainnya sepanjang pelaksanaan PON.

Peninjauan venue: Hapu Mbay Hall untuk tenis meja

Pemeriksaan fasilitas difokuskan pada Hapu Mbay Hall, yang dipertimbangkan sebagai venue cabang olahraga tenis meja. Marciano menilai venue ini layak setelah dilakukan beberapa penyempurnaan teknis.

"Saya akan minta Ketum PB PTMSI untuk meninjau dan memberikan masukan kepada tuan rumah untuk menyempurnakan,"

Rencana peninjauan oleh pengurus induk olahraga tersebut dimaksudkan agar standar pertandingan dan keselamatan atlet terpenuhi sebelum pengumuman resmi jadwal dan lokasi cabor.

Dukungan pemerintah daerah dan kesiapan fasilitas

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyatakan siap mendukung kelancaran penyelenggaraan PON XXII/2028. Sekretaris Daerah setempat, Umbu Ngadu Ndamu, menyampaikan komitmen ini mewakili pimpinan kabupaten.

"Bapak Bupati dan jajarannya menyambut baik wacana Hapu Mbay Hall sebagai venue PON XXII cabang olahraga tenis meja. Prinsipnya pemda sangat apresiasi kehadiran pak ketum KONI Pusat,"

Selain kesiapan venue, pemerintah daerah memastikan tersedianya akomodasi dan destinasi wisata memadai bagi peserta, ofisial, dan penonton. Ketersediaan layanan ini krusial untuk mewujudkan efek ekonomi yang diharapkan.

Dampak dan prospek

Pelaksanaan PON di NTT-NTB diproyeksikan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal melalui kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi terkait event. Jika berjalan baik, ajang ini juga dapat memperkuat citra pariwisata kedua provinsi.

Ke depan, penyempurnaan fasilitas dan koordinasi antara panitia pusat, pengurus cabor, serta pemerintah daerah menjadi kunci. Penilaian akhir akan bergantung pada kesiapan infrastruktur dan kemampuan daerah memaksimalkan manfaat ekonomi bagi warga.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait