Nasional

BPIP Dorong Pancasila Hidup di Ruang Digital dan Kehidupan Sosial

Bagikan:
Siti Musdah Mulia menyampaikan pentingnya penerapan Pancasila di ruang digital

Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP RI, Siti Musdah Mulia, mendorong penerapan nilai Pancasila dalam interaksi sehari-hari, termasuk di ruang digital. Pernyataan itu disampaikan saat Dialog Kilau Pancasila di Auditorium Abdurrahman Saleh RRI, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026. Ia menekankan Pancasila tidak boleh hanya sebatas dokumen sejarah, melainkan harus menjadi pedoman tingkah laku warga negara.

Pesan Utama: Pancasila sebagai Pedoman Hidup

Musdah menyatakan BPIP terus merumuskan langkah agar Pancasila menjadi pedoman nyata dalam perilaku publik. Ia mengatakan setiap warga negara memiliki tanggung jawab menghidupkan ideologi bangsa sesuai peran masing-masing. Menurutnya, implementasi dimulai dari nilai spiritual yang diwujudkan lewat sikap saling menghargai.

"Jadi sebagai warga negara, kita gak boleh melepaskan diri dari ideologi bangsa ini, ideologi negara ini. Artinya, pertama adalah nilai-nilai spiritual,"

Pancasila di Ruang Digital

Musdah menyoroti peran media sosial sebagai ruang sosial baru. Ia mengingatkan pengguna untuk mempertimbangkan kebenaran, manfaat, dan urgensi sebelum mengunggah konten. Selain itu, ia menegaskan perilaku beragama harus tercermin dalam tindakan sehari-hari, termasuk menjauhi praktik korupsi dan tidak menyebarkan hoaks.

Panduan dan Upaya BPIP

BPIP, kata Musdah, telah menyusun panduan penggunaan ruang digital dengan perspektif Pancasila. Panduan ini disiapkan untuk membantu masyarakat membuat konten yang bermutu dan bertanggung jawab. Ia mengajak publik memanfaatkan acuan tersebut demi menjaga etika dan nilai kebangsaan di dunia maya.

"Boleh dilihat di website kami, beberapa panduan menggunakan digital dengan perspektif Pancasila. Karena itu mari kita semua mencamkan, ketika kita menyebut Pancasila, itu adalah the living values, nilai-nilai yang seharusnya hidup dalam seluruh perilaku kita,"

Perbedaan Pendapat dan Jejak Digital

Musdah menilai perbedaan pendapat adalah keniscayaan dan kekayaan bersama yang harus dihargai. Sebagai langkah praktis, ia mengajak masyarakat membuat konten yang bermakna dan berperikemanusiaan. Ia juga mengingatkan bahwa jejak digital mencerminkan identitas individu dan sulit dihapus, sehingga kehati-hatian sangat penting.

Dengan pendekatan tersebut, BPIP berharap nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman yang hidup dalam interaksi offline maupun online. Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga persatuan dan etika bermasyarakat di era digital.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait