BP Taskin Percepat Penanganan Setelah Gempa 7,7 di NTT
BP Taskin menyatakan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa berkekuatan 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Instruksi dari Presiden membuat kementerian, lembaga, TNI, dan Polri dikerahkan untuk penanganan terkoordinasi di lapangan.
Kronologi dan dampak
Gempa terjadi pukul 04.58 WIB dengan pusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Hingga pukul 15.00 WIB tercatat 38 orang meninggal dunia, dua luka berat, dan 11 luka ringan.
Ratusan rumah serta fasilitas umum, termasuk puskesmas dan rumah sakit di Mbay dan Maumere, mengalami kerusakan. Sekitar 2.000 warga terpaksa mengungsi secara mandiri akibat dampak gempa.
Respons pemerintah dan aparat
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menyampaikan seluruh jajaran diminta bergerak cepat. TNI dan Polri dikerahkan untuk memastikan penanganan berlangsung terkoordinasi dan efektif.
"Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak,"
Upaya darurat di lapangan
Tim SAR gabungan berjumlah 281 personel dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya turun ke lokasi. Tim telah mengevakuasi 79 orang dan masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun.
Kementerian Sosial memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp4,5 miliar, berupa makanan siap saji, tenda, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, dan peralatan dapur umum. Pemerintah pusat juga menginstruksikan pengiriman 50.000 paket sembako untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Koordinasi, titik pengungsian, dan kebutuhan mendesak
Posko darurat dikonsentrasikan di Kantor BPBD NTT. Titik pengungsian disiapkan di beberapa daerah terdampak dan sekitarnya:
- Mbay
- Maumere
- Borong
- Ruteng
BP Taskin bersama Kementerian Sosial, BNPB, dan pemerintah daerah melakukan asesmen cepat untuk memetakan kebutuhan mendesak. Prioritas bantuan meliputi:
- Makanan dan air bersih
- Tenda dan perlengkapan pengungsi
- Layanan kesehatan darurat
- Tempat aman bagi pengungsi
"Rasa duka dan kehadiran negara adalah satu hal. Tetapi tugas kami adalah memastikan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak menderita berkepanjangan,"
Pendataan dan langkah selanjutnya
Budiman menyatakan pendataan kerusakan dan kebutuhan masih berlangsung di semua wilayah terdampak. Penyaluran dan jenis bantuan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan untuk memastikan efektivitas dan ketepatan sasaran.
"Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga masih terus berlangsung di semua wilayah terdampak. Kami akan menyesuaikan bantuan dengan perkembangan kondisi di lapangan,"
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bane Raja Manalu Dorong Perlindungan setelah Ojol Diakui UMKM
Bane Raja Manalu mendukung pengakuan ojol sebagai UMKM dan minta kepastian pembiayaan, jaminan ketenagakerja...
Pengukuhan Paskibraka 2026: Komitmen Pemerintah Bina Generasi Penerus
Pengukuhan 76 anggota Paskibraka di Istana Negara jadi bukti komitmen pemerintah membina generasi penerus me...
Pemerintah Siapkan Lokasi PFII di Jakarta
Pemerintah menyiapkan lokasi PFII di Jakarta; posisi akan diumumkan otoritas terkait dan didukung Undang-Und...
Menko PMK: Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Gempa NTT
Pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat menanggapi gempa magnitudo 7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026, fokus...
BNPB Prioritaskan Evakuasi Korban Gempa 7,7 di NTT
BNPB prioritaskan evakuasi korban gempa 7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026; personel, helikopter, dan pesawat d...
BMKG: 235 Gempa Susulan di Flores, Peluruhan 2–3 Minggu
BMKG catat 235 gempa susulan hingga 14.00 WIB di utara Pulau Flores; proses peluruhan diperkirakan 2–3 mingg...