BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem, Ini Tips Aman Hadapi El Nino
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di beberapa hari ke depan, terutama terkait dampak El Nino dan kemarau ekstrem. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 27 Mei 2026, sehubungan dengan potensi musim panas yang memicu paparan sinar matahari kuat dan risiko hidrometeorologi di berbagai wilayah Indonesia.
Imbauan kesehatan: lindungi diri dari panas dan dehidrasi
BMKG meminta masyarakat melakukan langkah pencegahan sederhana untuk mengurangi risiko kesehatan akibat cuaca panas. Penggunaan pelindung kulit dan kecukupan cairan menjadi fokus utama untuk mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
"Menghadapi kondisi cuaca cerah disertai potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan, mengimbau masyarakat untuk menggunakan tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari."
"Agar terhindar dari dehidrasi, lalu kelelahan dan dampak buruk lainnya (bagi kesehatan tubuh)."
Risiko perjalanan dan ancaman keselamatan publik
BMKG juga memperingatkan adanya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat, angin kencang, serta gangguan pada perjalanan darat, laut, dan udara. Pengendara sepeda motor dan pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.
"Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Kondisi itu, berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan."
Selain itu, ancaman pohon atau dahan tumbang, robohnya baliho, genangan air, dan sambaran petir dapat terjadi sewaktu-waktu. BMKG meminta masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh saat kondisi berbahaya.
Langkah praktis yang disarankan
- Gunakan tabir surya dan pelindung kepala saat berada di luar ruangan lama.
- Cukupi asupan cairan, terutama saat beraktivitas siang hari.
- Periksa prakiraan cuaca sebelum melakukan perjalanan jauh.
- Jauhi lokasi berisiko saat angin kencang atau hujan petir, seperti pohon tinggi dan papan reklame.
- Amankan barang mudah terbawa angin dan hindari kegiatan luar ruang saat peringatan cuaca buruk.
Penutup: pantau perkembangan dan rencanakan aktivitas
Dengan dinamika atmosfer yang masih signifikan, BMKG menekankan pentingnya memantau peringatan cuaca resmi dan menyesuaikan rencana perjalanan serta kegiatan luar ruang. Langkah pencegahan sederhana dapat mengurangi risiko bagi kesehatan dan keselamatan publik selama periode cuaca ekstrem.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...