Bimtek SIKS-NG: 604 Operator Gampong Aceh Besar Disiapkan Kelola DTSEN
Aceh Besar — Dinas Sosial Kabupaten Aceh Besar menyelesaikan rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bagi 604 operator SIKS-NG gampong dan 23 pemantau kecamatan. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap sejak 29 April 2026 dan berakhir di Kecamatan Pulo Aceh pada Rabu (9/9).
Tujuan Bimtek dan ruang lingkup
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kapasitas operator dalam pengelolaan data kesejahteraan sosial. Fokus pelatihan meliputi pemutakhiran data, verifikasi dan validasi, serta tata cara pengusulan bantuan sosial melalui aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation).
Pelaksanaan secara bertahap di 23 kecamatan dimaksudkan agar seluruh operator gampong mendapat materi langsung dan praktik pengisian data sesuai kondisi lapangan.
Materi dan narasumber
Panitia menghadirkan narasumber dari BPS dan Dinas Sosial Kabupaten Aceh Besar. Materi dibawakan sesuai peran masing-masing pemateri untuk memastikan transfer pengetahuan yang komprehensif.
- Muhammad Syafittri SE MAP, Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Aceh Besar — materi penentuan tingkat kesejahteraan keluarga atau desil.
- Nuraida AKS MA, Plt Kepala Dinas Sosial dan Verifikator Kabupaten — materi tentang DTSEN dan mekanisme verifikasi.
- Rifki Panca Putra SSTP MAP, Pengisi Data Kabupaten — tata cara pengusulan bantuan sosial dan pembaruan data melalui aplikasi SIKS-NG.
Peran operator dan harapan Dinsos
Plt Kepala Dinas Sosial, Nuraida, menekankan pentingnya peran operator sebagai ujung tombak pemutakhiran data di tingkat gampong. Menurutnya, ketelitian operator menentukan akurasi basis data penerima bantuan sosial.
"Operator diajarkan cara melakukan pembaruan data, memverifikasi dan memvalidasi data, serta cara mengajukan usulan bantuan sosial bagi keluarga miskin,"
"Peningkatan kapasitas operator sangatlah penting agar pengelolaan dan pemutakhiran data di tingkat gampong dapat dilakukan dengan benar, akurat dan sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan,"
Dinas Sosial Aceh Besar berharap ilmu yang diperoleh operator dapat diterapkan secara berkala. Dengan data yang terbarukan dan tervalidasi, penyaluran bantuan sosial diharapkan lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Dengan selesainya Bimtek ini, langkah selanjutnya adalah pemantauan implementasi di lapangan dan pembaruan data berkelanjutan agar basis data kesejahteraan sosial mencerminkan kondisi nyata masyarakat Aceh Besar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kapolres Simalungun Ajak Warga Tolak Hoaks lewat Rembuk Masalah
Kapolres Simalungun ajak warga tolak hoaks dan lapor lewat layanan 110 saat Rembuk Masalah Warga di Gunung M...
Tiga Sasaran TMMD ke-130 Kodim 0213/Nias Rampung 100%
Kodim 0213/Nias menyelesaikan tiga sasaran TMMD ke-130 di Kabupaten Nias pada 25 Oktober 2026, semua capaian...
Asahan Ekspor 40 Ton Terasi ke Thailand, Bukti Kekuatan UMKM
Kabupaten Asahan melepas 40 ton terasi UMKM ke Thailand pada 24 Oktober, membuka akses pasar internasional d...
Sipahutar Juara Bupati Cup 2026 Usai Menang Adu Penalti 3-2
Sipahutar juara Bupati Cup 2026 setelah menang adu penalti 3-2 atas Tarutung di final yang berlangsung Mingg...
Pengemudi BYD Denza Minta Maaf dan Siap Bertanggung Jawab atas Tabrakan di Medan
Pengemudi BYD Denza minta maaf atas tabrakan beruntun di Medan, menyatakan tes urine negatif dan siap bertan...
Milad IV Majelis Ta’lim Silaturahim Siantar, Kapolres Hadir dan Beri Apresiasi
Kapolres Pematangsiantar hadiri Milad IV Majelis Ta’lim Silaturahim di Suzuya Merdeka Mall dan berikan bingk...