Kader Muda PDIP Jember Gagas Bimbingan Belajar Gratis
Kisah Budi Hariyanto, kader muda PDIP Umbulsari yang terinspirasi posko bambu Pemilu 1999 hingga menggagas bimbingan belajar gratis untuk anak desa.
JEMBER — Budi Hariyanto, kader muda PDI Perjuangan Kecamatan Umbulsari, menggagas program bimbingan belajar gratis untuk anak-anak desa. Inisiatif itu lahir dari kenangan posko bambu pada Pemilu 1999 di depan rumahnya dan didorong oleh pengalaman organisasi kemahasiswaan. Pelantikan Budi sebagai calon Ketua PAC akan berlangsung sepekan lagi.
Awal inspirasi: posko bambu 1999
Di depan rumah kecil Budi pernah berdiri posko bambu sederhana pada pemilu akhir 1990-an. Tidak ada bangunan megah, hanya tiang bambu, bendera, kursi plastik, dan warga yang berkumpul membicarakan perubahan.
Kenangan itu melekat dan membentuk pandangannya tentang politik dekat dengan rakyat. Budi mengaku posko tersebut menjadi pintu awal ia mengenal simbol perjuangan partai dan kedekatannya dengan masyarakat kecil.
"Waktu Pemilu 1999, di depan rumah ada posko bambu milik relawan PDI Perjuangan. Dari situ saya mulai mengenal simbol perjuangan dan kedekatan partai ini dengan masyarakat kecil,"
Perjalanan aktivisme dan pandangan politik
Aktivitas Budi di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menguatkan pandangannya soal nasionalisme dan politik kerakyatan. Dari organisasi kemahasiswaan, ia belajar bahwa politik harus jadi alat memperjuangkan kehidupan masyarakat kecil, bukan sekadar perebutan jabatan.
"Politik seharusnya menjadi alat perjuangan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat secara nyata,"
Program bimbingan belajar: tujuan dan pelaksanaan
Observasi Budi menunjukkan banyak anak desa berpotensi tinggi namun terbentur keterbatasan ekonomi. Untuk itu, ia bersama kader muda PAC membangun ruang belajar dekat lingkungan warga, gratis, dan nyaman.
Mereka tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik. Tujuannya juga membangun motivasi dan memberi ruang bagi anak-anak desa untuk bermimpi lebih tinggi.
"Kami ingin membangun keyakinan bahwa pendidikan yang baik harus bisa diakses semua anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu,"
Makna politik di ruang publik
Bagi Budi, partai politik tidak boleh hadir hanya saat pemilu. Kepercayaan masyarakat, menurutnya, terbangun lewat kerja nyata yang dirasakan warga, bukan sekadar baliho atau slogan.
Program bimbingan belajar gratis yang dirintis menunjukkan pendekatan itu: politik sebagai kehadiran sehari-hari yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, yakni pendidikan.
Langkah Budi menegaskan bahwa penguatan layanan pendidikan di desa bisa menjadi bentuk konkret keterlibatan politik lokal. Inisiatif ini berpotensi memperkecil kesenjangan akses belajar antara desa dan kota jika mendapat dukungan berkelanjutan dari masyarakat dan pihak terkait.
BACA ARTIKEL TERKAIT DI GOOGLE NEWS
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Surabaya Terapkan CCTV Berbasis AI untuk Awasi Parkir
Komisi C DPRD Surabaya mengawal uji coba CCTV berbasis AI untuk menghitung kendaraan dan memvalidasi retribu...
Malam Jumat Legi Bondowoso: PDI Perjuangan Rangkul Warga Lewat Sholawat
DPC PDI Perjuangan Bondowoso gelar Malam Jumat Legi 2 Juli 2026: sholawat, khatmil Quran, dialog publik, dan...
Novita Hardini: Wajibkan Escrow Fund untuk Lindungi Dana Seller UMKM
Novita Hardini mendesak kewajiban escrow fund bagi platform digital untuk melindungi dana seller UMKM dari p...
Kejurprov Voli Pantai U-17 2026 di Sumenep Jadi Lumbung Atlet
Kejurprov Voli Pantai U-17 2026 di Sumenep digelar 1 Juli sebagai wadah pembinaan atlet muda dan seleksi men...
Banyuwangi: Ipuk Ajak Stakeholder Kolaborasi Atasi Masalah Kesehatan
Bupati Ipuk minta konsolidasi pemangku kesehatan Banyuwangi untuk fokus atasi problem prioritas kesehatan di...
Kejurprov Voli Pasir U-17 Sumenep Jadi Lahan Pembinaan Atlet Muda
Kejurprov Voli Pasir U-17 2026 di Sumenep digelar untuk membina atlet muda dan menyeleksi wakil Jawa Timur k...