BGN Cabut 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Fokus ke Wilayah 3T
Badan Gizi Nasional (BGN) mencabut 1.653 sekolah elit dari daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari penyesuaian prioritas dan penguatan tata kelola. Keputusan ini disampaikan pada Kamis, 17 September 2026, dan bertujuan memusatkan layanan pada wilayah 3T serta daerah dengan tingkat stunting tinggi.
Alasan dan mekanisme refocusing
Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa refocusing penerima manfaat dilakukan untuk memastikan penyaluran MBG lebih tepat sasaran dan sesuai kondisi lapangan. Penyesuaian itu didasarkan pada evaluasi data penerima manfaat yang diselaraskan dengan realitas di daerah.
"Kami kini fokus mempersiapkan pembukaan layanan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)," kata Sudaryono.
Prioritas wilayah dan kriteria penerima
BGN menegaskan bahwa prioritas pertama program MBG adalah wilayah 3T, pesantren, dan daerah dengan tingkat stunting tinggi hingga sangat tinggi. Ekspansi layanan ke wilayah lain dilakukan bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan daerah.
Persyaratan yang menjadi pertimbangan termasuk:
- tingkat stunting di wilayah;
- kesiapan infrastruktur dan perizinan lokal;
- ketersediaan sarana prasarana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG); dan
- standar sanitasi serta keamanan pangan.
Penguatan sarana dan standar SPPG
Selain penyusunan ulang daftar penerima, BGN memperketat standar layanan di SPPG atau dapur MBG. Penguatan mencakup standar kualitas, perizinan, dan higiene sanitasi.
BGN juga menerapkan status suspend terhadap SPPG yang belum memenuhi standar. Langkah ini diambil untuk menjaga mutu layanan, bukan untuk menghentikan program.
"Ini bagian dari penguatan tata kelola untuk memastikan kualitas dan akuntabilitas penyaluran MBG tetap terjaga," tambah Sudaryono.
Dampak dan langkah ke depan
Dengan pencabutan 1.653 sekolah elit dari daftar penerima, anggaran dan kapasitas layanan dapat dialihkan ke daerah prioritas. BGN menyatakan bahwa penyaluran MBG untuk wilayah 3T akan diprioritaskan pada daerah yang membutuhkan, sementara ekspansi ke wilayah lain dilakukan setelah standar terpenuhi.
Ke depan, BGN akan terus memantau kesiapan wilayah dan menyesuaikan daftar penerima sesuai data lapangan. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan dampak program MBG terhadap penurunan stunting dan pemenuhan gizi anak di daerah rentan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR: Penguatan Sistem Perlindungan Anak Mendesak
Hetifah Sjaifudian mendorong penguatan sistem perlindungan anak, kanal pengaduan aman, dan layanan pemulihan...
DPR: LRT Kelapa Gading-Manggarai Perkuat Transportasi Publik
Anggota DPR Danang apresiasi peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai 16 September 2026 sebagai langkah memperk...
Prabowo Perintahkan Investigasi Kecelakaan KMP Virgo
Presiden Prabowo memerintahkan investigasi kecelakaan KMP Virgo Transportasi 8; KNKT ditunjuk memimpin penye...
Pencarian Hari Keempat KM Virgo: Belum Ditemukan Korban Tambahan
Pencarian hari keempat KM Virgo Transport 8 belum menemukan korban tambahan. Arus kuat dan pergeseran bangka...
Kondisi Terkini Karhutla 16 Sept 2026: Fokus Kalimantan & Sumatera
Karhutla masih berlangsung di Kalimantan dan Sumatera per 16 Sept 2026; Kalbar lapor 48.659,43 ha terbakar d...
Indonesia-Malaysia Percepat Finalisasi MoU Perlindungan Pekerja Migran
Indonesia dan Malaysia mempercepat finalisasi MoU perlindungan pekerja migran; high level meeting dijadwalka...