Olahraga

Coach Eva Bangun Skuad Muda GPS Bandung Jelang DBL 2026

Bagikan:
Coach Eva Susanti melatih tim putri GPS Bandung di lapangan latihan

Coach Eva Susanti mulai merombak skuad putri Global Prestasi School (GPS) Bandung menjelang DBL 2026. Setelah menjadi finalis DBL West Java pada musim lalu, tim kini diisi oleh pemain yang jauh lebih muda, sehingga fokus bergeser dari mempertahankan prestasi tahunan ke pembangunan jangka panjang.

Transformasi skuad menuju musim 2026

Musim lalu menandai perpisahan sejumlah pemain kelas XII. Saat ini, GPS hanya memiliki dua pemain kelas XII, lima pemain kelas XI, dan sisanya berasal dari kelas X. Komposisi ini memaksa perubahan pendekatan pelatihan dan strategi pertandingan.

Peralihan usia membuat target tim tak lagi berorientasi hanya pada satu musim. Pengembangan kemampuan dasar, komunikasi antarpemain, dan pembentukan mental juara menjadi prioritas utama.

Tantangan jangka panjang

Coach Eva mengakui bahwa tanggung jawabnya kini lebih berat. Ia tidak sekadar menyiapkan tim untuk kompetisi tahun ini, melainkan membangun fondasi untuk beberapa musim ke depan.

"Sebenarnya, tahun lalu itu jadi tahun terakhir anak-anak saya yang kelas 12. Maka dari itu, tahun ini kan banyak banget kelas 10-nya. Ini jelas jadi tantangan buat saya mempersiapkan tim ini bukan cuman untuk setahun saja,"

Dengan pemain yang masih berusia muda, aspek pengembangan teknis dan fisik harus disesuaikan agar mampu bersaing di level DBL. Latihan difokuskan pada pembentukan pola permainan yang konsisten dan peningkatan kebugaran.

Pengalaman dan rencana pelatihan Coach Eva

Perjalanan kepelatihan Eva bermula sejak 2012 setelah menyelesaikan kuliah. Selama lebih dari satu dekade, ia aktif dalam pembinaan pemain usia muda dan khususnya sektor putri. Namun, baru pada 2024 ia mendapat kesempatan menangani tim yang berlaga di DBL bersama GPS Bandung.

"Saya mulai melatih itu sebenarnya dari 2012 tepat setelah selesai kuliah. Dari tahun 2012 sampai 2024 itu saya nggak pernah ada di tim yang ikut DBL. Baru jadi pelatih di tim DBL ya waktu bersama GPS ini,"

Prestasi membawa GPS ke partai final juga membuka peluang bagi Eva mengikuti Kopi Good Day DBL Camp 2026. Ia menilai kesempatan itu bukan sekadar penghargaan, melainkan sumber pengetahuan yang bisa diaplikasikan untuk menaikkan kualitas tim.

Prospek dan implikasi kompetitif

Dengan komposisi pemain muda, target GPS musim ini berfokus pada pembelajaran kompetitif dan peningkatan berkelanjutan. Manajemen tim diperkirakan akan memberi dukungan lebih pada program pembinaan dan jadwal latihan intensif.

Jika pembinaan berjalan sesuai rencana, GPS Bandung berpeluang menjadi tim yang lebih matang dalam dua hingga tiga musim mendatang, sekaligus menjaga reputasi sekolah sebagai penghasil pemain putri kompetitif.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait