Boby Gustavauzi Jadi Kepala Pelatih Arzenic SMAN 1 Cirebon
Boby Gustavauzi Irmano, alumnus SMAN 1 Cirebon, dipercaya menjadi kepala pelatih tim putra Arzenic pada musim 2026. Penunjukan itu terjadi saat ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East dan menandai kembalinya Boby ke sekolah lamanya, namun dengan peran baru dan tanggung jawab yang jauh lebih besar.
Dari pemain menjadi pelatih
Boby pernah membela Arzenic sebagai pemain pada ajang DBL West Java-East sejak 2019. Saat itu langkah tim berakhir pada pertandingan kedua.
Setelah lulus, ia tidak meninggalkan tim. Sejak 2022 hingga 2025, Boby berperan sebagai asisten pelatih tim putra Arzenic, menyiapkan dirinya menghadapi peran kepelatihan penuh.
Peran baru dan tantangan
Peran kepala pelatih membuat Boby harus melihat pertandingan dari perspektif yang lebih luas. Selain mengatur permainan, ia bertanggung jawab menyusun strategi dan memastikan setiap pemain siap menjalankan perannya.
Perubahan peran membuat pengalaman Boby sangat berbeda dari saat ia masih berstatus student-athlete. Dulu fokusnya hanya bermain dan menunggu arahan pelatih; sekarang ia harus memimpin dari pinggir lapangan selama 40 menit pertandingan.
"Tahun ini saya dikasih kepercayaan untuk menjadi kepala pelatih di tim SMAN 1 Cirebon. Rasanya pasti tidak menyangka ya. Apalagi melihat perjalanan saya yang sebelum pandemi itu sempat jadi pemain dan sekarang harus berdiri selama 40 menit dari pinggir lapangan,"
"Kalau dulu kan saya sebagai pemain fokusnya hanya sebatas main dan mendengarkan arahan pelatih. Sekarang, saya bukan hanya fokus ke pertandingan saja tapi juga memikirkan soal strategi sekaligus menyiapkan tiap pemain ini supaya selalu ready gitu ketika main,"
Ujian pertama: kemenangan pembuka
Tanggung jawab Boby langsung diuji pada laga pembuka musim. Arzenic memulai perjalanan kompetisi mereka dengan hasil positif, menang 42-18 atas SMA BPK Penabur Singgasana.
Kemenangan itu menjadi awal yang menggembirakan bagi kepemimpinan barunya. Namun Boby menyadari musim masih panjang dan tantangan akan terus berdatangan.
Dengan latar sebagai mantan pemain dan pengalaman sebagai asisten pelatih, Boby membawa kombinasi pemahaman lapangan dan visi kepelatihan. Ke depan, fokus tim akan tertuju pada konsistensi permainan dan kesiapan setiap pemain mengikuti strategi yang telah disusun pelatih.
Peralihan posisi dari pemain menjadi kepala pelatih menunjukkan siklus pengembangan talenta di lingkungan sekolah. Bagi SMAN 1 Cirebon, promosi internal ini juga memberi sinyal tentang keberlanjutan program pembinaan basket mereka di kompetisi regional.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
AQUA DBL Dance 2026: Pelajar Bandung Perkenalkan Budaya dengan Sentuhan Modern
SMA dan MAN Bandung di AQUA DBL Dance 2026 memadukan tari tradisional dengan musik modern untuk memperkenalk...
AQUA DBL Dance 2026: Empat Sekolah Tampilkan Kisah 100% Indonesia
Empat sekolah tampil di AQUA DBL Dance 2026 West Java-East dengan tema "100% Indonesia", mengangkat sejarah,...
Coach Eva Bangun Skuad Muda GPS Bandung Jelang DBL 2026
Coach Eva Susanti merombak skuad muda GPS Bandung menjelang DBL 2026, fokus pada pengembangan jangka panjang...
James Rodríguez Tutup Karier Internasional Setelah 15 Tahun
James Rodríguez resmi pensiun dari Timnas Kolombia setelah 15 tahun, saat ia kembali memperkuat Atlético Nac...
Mana Iwabuchi & Aya Miyama Bina Pesepakbola Putri Usia Dini di Jakarta
Mana Iwabuchi dan Aya Miyama membina pesepakbola putri usia dini dalam coaching clinic 17 September 2026 di...
Basket Putri Indonesia Menang 61-52, China Jadi Tantangan
Timnas Basket Putri menang 61-52 atas Thailand di Asian Games 2026, Kimberley Louis jadi penentu, China menj...