Bendera Raksasa 10x5 m Dikibarkan di Muara Tujuh Sungai Subang
Bendera Merah Putih berukuran 10x5 meter dikibarkan di atas aliran Muara Tujuh Sungai, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, pada Sabtu 15 Agustus 2026. Aksi ini digelar komunitas pencinta alam Warna Alam sebagai bagian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus kampanye pelestarian lingkungan.
Pembentangan dan lokasi
Pembentangan bendera dilakukan langsung di atas aliran sungai, menyesuaikan tema kegiatan. Panjang dan lebar bendera yang besar membuat aksi ini mudah terlihat dari tepi sungai. Lokasi yang dipilih, Muara Tujuh Sungai, dianggap relevan untuk menonjolkan pesan menjaga tanah dan air.
Momentum kemerdekaan dan pesan lingkungan
Kegiatan yang berlangsung pada 15 Agustus itu bukan hanya bentuk penghormatan terhadap kemerdekaan. Panitia menyusun rangkaian acara untuk mengajak masyarakat, terutama generasi muda, lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Tema kegiatan tahun ini tercatat sebagai Warna Alam untuk Negeri, Selamatkan Tanah dan Air.
Kami mengajak generasi muda bersyukur atas kemerdekaan, mengenang jasa pahlawan. Sekaligus merawat persatuan nasional melalui kegiatan ini.
Kalimat tersebut disampaikan oleh Dewan Pembina Warna Alam, Atang Suhayat, saat memberi penjelasan mengenai tujuan acara.
Partisipasi dan aktivitas lingkungan
Ada sekitar 50 peserta aktif yang terlibat, termasuk anggota komunitas, pelajar, tokoh masyarakat, serta unsur kepemudaan dan pemerintahan setempat. Selain pengibaran bendera, peserta melaksanakan kegiatan lingkungan sebagai bagian dari rangkaian acara.
- Pembersihan sampah di sepanjang aliran sungai
- Penanaman pohon di bantaran sungai
- Pendampingan dan edukasi singkat bagi pelajar
Rangkaian tahunan dan ajakan bagi generasi muda
Menurut panitia, pembentangan tahun ini merupakan pelaksanaan ketujuh kegiatan serupa yang digelar tiap peringatan kemerdekaan. Penyelenggara berharap tradisi itu menjadi wadah kreativitas dan kontribusi generasi muda terhadap bangsa.
Atang juga menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil di lingkungan sendiri, tanpa mengabaikan pendidikan dan tanggung jawab sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan mendorong aksi nyata pelestarian lingkungan di tingkat lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community di TIM
Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi pameran SBY Art Community di TIM (18–30 Agustus 2026) sebagai ruang k...
Perlinsos Digital: Bakom Sebut Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Bakom: uji coba Perlinsos Digital mempercepat pendaftaran bansos dari 200 hari menjadi sekitar lima menit, d...
Wamentrans Viva Yoga Ajak Bantu Korban Gempa NTT saat HUT RI ke-81
Wamentrans Viva Yoga mengajak semua pihak bantu korban gempa NTT saat perayaan HUT RI ke-81 dan menekankan s...
Kemenko PMK Prioritaskan Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
Kemenko PMK memprioritaskan pemulihan layanan pendidikan pascagempa NTT, memaksimalkan gudang di Labuan Bajo...
512 Sekolah Terdampak Gempa Flores, Pembelajaran Beralih Daring
Sebanyak 512 sekolah di Flores terdampak gempa 7,7 pada 19 Agustus 2026; pembelajaran beralih daring dan ten...
FEB UIN Jakarta Kejar Akreditasi AACSB Menuju Sekolah Bisnis Global
FEB UIN Jakarta mempercepat persiapan akreditasi AACSB dengan inovasi S3 Perbankan Syariah dan target pening...