Lulusan SMA Dharma Wanita Kediri Dapat Akses Beasiswa Kuliah
KEDIRI — Ratusan lulusan angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School kini berpeluang melanjutkan studi berkat jaminan akses beasiswa. Pertemuan pemkab Kediri dengan Putera Sampoerna Foundation pada Rabu, 20 Mei 2026, membahas kesinambungan bantuan agar upaya memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan berlanjut.
Pertemuan dan tujuan
Rapat di Kantor Pemkab Kediri itu dipimpin Bupati Hanindhito Himawan Pramana, yang akrab disapa Mas Dhito, dan didampingi Ketua Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito. Hadir pula perwakilan Putera Sampoerna Foundation dan jajaran sekolah.
Pembahasan utama menyorot bagaimana para lulusan bisa memperoleh beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi atau sekolah kedinasan. Langkah ini bagian dari upaya pemerintah daerah membuka akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Hasil seleksi dan status beasiswa
Dari total 126 siswa angkatan pertama yang lulus tahun 2026, sebagian besar telah diterima di jenjang lebih tinggi. Berikut rinciannya:
- 84 siswa lolos seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, atau sekolah kedinasan.
- 33 siswa sudah dipastikan menerima beasiswa pendidikan.
Angka tersebut menunjukkan hasil awal program pendidikan berasrama gratis yang menyasar anak-anak dari keluarga pra-sejahtera.
“Highlight dari pertemuan ini, pertama kita membicarakan bagaimana anak-anak ini bisa tetap mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” ujar Mas Dhito.
Menjaga dan meningkatkan kualitas
Selain keberlanjutan beasiswa, rapat juga menekankan pentingnya menjaga mutu pengajaran di boarding school. Mas Dhito mengingatkan agar sistem yang telah berjalan baik tidak mengalami penurunan seiring perkembangan sekolah.
Diskusi turut mencakup program peningkatan kapasitas guru sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kediri. Pemerintah daerah memastikan dukungan melalui beasiswa dan program pembinaan terus dilanjutkan.
Impak sosial
Program boarding school gratis ini bertujuan menjadi jalan keluar dari kemiskinan melalui pendidikan. Di balik seragam para siswa, ada keluarga sederhana yang kini mendapat kesempatan mengakses pendidikan tinggi yang sebelumnya terasa jauh.
Keberhasilan angkatan pertama menjadi bukti bahwa akses pendidikan berkualitas dapat membuka peluang masa depan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Gresik Gelar Gathering Pra-Pelantikan PAC
DPC PDI Perjuangan Gresik gelar gathering pra-pelantikan PAC pada 22 Mei 2026 untuk perkenalan pengurus muda...
Jombang Dorong Titik Nol Soekarno Jadi Cagar Budaya
DPRD Jombang mendukung penetapan Titik Nol Soekarno di Ploso sebagai cagar budaya untuk memperkuat klaim sej...
Sadarestuwati Tinjau Potensi Pertanian Wonosalam: Kopi, Jahe, Porang
Anggota Komisi IV DPR, Sadarestuwati, meninjau potensi pertanian Wonosalam (21/5/2026) dan mendorong dukunga...
DPRD Jatim Desak Pengawasan Pesantren Diperketat Usai Kasus Pelecehan
Diana AV Sasa mendorong pengawasan dan regulasi pesantren usai muncul dugaan pelecehan seksual; ia juga mene...
Jatim Siapkan Skema Penyelamatan 2.295 Guru Honorer
Pemprov Jatim dan DPRD susun skema penyelamatan untuk 2.295 guru honorer lewat uji kompetensi, pemetaan Dapo...
Abidin Fikri Desak Cabut Izin KBIH Pelaku Pengkaplingan Tenda Haji
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri kecam pengkaplingan tenda haji 2026 dan desak pencabutan izin KBIH pela...