BAZNAS Perluas Syiar: 'Semarak Kurban' Dekatkan Layanan di Kendal
BAZNAS RI menggelar kegiatan 'Semarak Kurban Berkah Berdayakan Desa' di Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta. Acara ini digelar untuk memperluas syiar kurban dan memudahkan masyarakat menunaikan kurban melalui BAZNAS. Berbagai layanan publik disediakan, dari informasi kurban hingga layanan kesehatan gratis.
Kegiatan dan layanan yang disediakan
BAZNAS menghadirkan beberapa layanan dalam kegiatan tersebut. Layanan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, demo kopi ZCoffee, stan layanan kurban, serta pelayanan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
- Pemeriksaan kesehatan gratis untuk pengunjung.
- Demo produk ZCoffee dan layanan informasi.
- Konter pendaftaran dan konsultasi kurban.
- Layanan penerimaan zakat, infak, dan sedekah.
Tujuan dan target kegiatan
Menurut penyelenggara, kegiatan ini bertujuan mendekatkan layanan kurban kepada masyarakat perkotaan. Lokasi di Terowongan Kendal dipilih karena mobilitas tinggi dan banyak pelintas setiap hari.
Penanggung jawab menyatakan kegiatan juga bertujuan memberi edukasi tentang tata cara kurban, pilihan hewan, dan distribusi hasil kurban. Konsultasi langsung disiapkan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih mendalam.
"Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa kurban bukan sekadar ibadah tahunan. Tetapi juga sarana membantu saudara-saudara yang membutuhkan, termasuk di Palestina,"
pernyataan itu disampaikan oleh Rizaludin Kurniawan, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin 18 Mei 2026.
Strategi penyelenggaraan di ruang publik
Tri Hadian, Kepala Divisi UPZ Nasional BAZNAS, menilai ruang publik efektif untuk menyebarkan pesan. Lokasi ramai dianggap memudahkan syiar dan menyasar pekerja yang sibuk namun ingin berzakat dan berkurban.
"Tempat ini sangat strategis karena banyak masyarakat yang melintas setiap hari. Jadi, syiar kurban bisa lebih mudah menjangkau masyarakat. Terutama pekerja yang mungkin selama ini telah memiliki kemampuan untuk berzakat dan berkurban, namun belum memiliki cukup waktu,"
Respons pengunjung
Kegiatan menerima respons positif dari pengunjung. Warga dan pekerja yang melintas mengapresiasi kemudahan akses layanan dan informasi.
"Menurut aku edukasi seperti ini harus sering dilakukan karena mungkin masih banyak anak muda yang belum tahu. Tadi juga senang bisa dapat layanan kesehatan gratis,"
kata Aysil, 27, salah satu pengunjung.
"Eksposurnya dapat banget sih. Orang yang lalu-lalang di sini jadi lebih aware sama BAZNAS dan layanan kurbannya. Harapannya kampanye seperti ini bisa lebih diperluas lagi supaya menjangkau audiens yang lebih muda,"
tambah Widi, 29, pengunjung lain.
Implikasi dan langkah ke depan
Program ini menunjukkan pendekatan proaktif untuk meningkatkan kesadaran kurban dan ZIS di kota. Dengan model pelayanan di ruang publik, BAZNAS berharap menjangkau kelompok yang selama ini sulit dijangkau oleh kampanye konvensional.
Jika kegiatan serupa diperluas, potensi peningkatan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dinilai dapat bertambah. Langkah berikutnya adalah memperluas jangkauan dan memantau efektivitas layanan di berbagai titik publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
UMN Latih Wirausaha Muda Sablon di Curug Sangereng
UMN melatih 23 anggota Karang Taruna Desa Curug Sangereng dalam sablon manual dan desain digital berbasis AI...
UMN Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Serdang Wetan Lewat Program PDB
UMN menggelar Program PDB di Desa Serdang Wetan Agustus 2026 untuk memperkuat produksi, manajemen, dan pemas...
Kebakaran Pabrik ATK di Bekasi Utara Berhasil Dipadamkan
Kebakaran pabrik ATK di Kaliabang, Bekasi Utara pada 17 Agustus 2026 berhasil dipadamkan; 10 mobil damkar di...
Bulog Pastikan Stok Pangan NTT Aman, Siapkan 20 Ton Beras per Kabupaten
Bulog pastikan stok beras 35–37 ribu ton di NTT; setiap kabupaten diminta sediakan 20 ton beras dan 1.000 li...
Sandri Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Gempa NTT
Sandri memuji respons cepat Polri setelah gempa magnitudo 7,7 di NTT; 845 personel dan logistik dikerahkan u...
Granat Tangan Diduga Buatan Inggris Ditemukan di Bekasi
Granat tangan diduga buatan Inggris ditemukan di Bekasi pada 17 Agustus 2026; tim jibom evakuasi ke Markas G...