TN Batang Gadis Serap 13 Juta Ton CO₂ Per Tahun
Taman Nasional Batang Gadis di Madina mampu menyerap 13.039.975,79 ton CO₂ per tahun dari luas kawasan 72.803,75 hektare, menurut analisis penutupan lahan. Data ini menunjukkan fungsi hutan sebagai penyerap karbon alami yang signifikan dalam mengurangi emisi dan menahan dampak perubahan iklim.
Data serapan karbon TNBG
Analisis penutupan lahan memperlihatkan kapasitas serapan yang besar di kawasan konservasi tersebut. Jika dikonversi, jumlah karbon yang diserap setara dengan emisi tahunan sekitar 2,8 juta mobil penumpang.
| Parameter | Jumlah |
|---|---|
| Luas kawasan | 72.803,75 hektare |
| Serapan karbon | 13.039.975,79 ton CO₂/tahun |
| Kesetaraan emisi | Sekitar 2,8 juta mobil penumpang/tahun |
Peran ekologis dan dampak perubahan iklim
Serapan karbon oleh TNBG bukan sekadar angka lingkungan. Hutan ini juga berfungsi sebagai habitat flora dan fauna khas Sumatera, pengatur tata air, dan penyangga kehidupan masyarakat sekitar.
Peningkatan emisi global telah memicu suhu bumi dan perubahan pola cuaca yang mengancam keanekaragaman hayati. Dalam konteks tersebut, keberadaan hutan yang terjaga menjadi solusi alami untuk meredam laju pemanasan global.
Upaya perlindungan dan keterlibatan masyarakat
Kepala Balai Taman Nasional Batang Gadis, Ir. Agusman, SP., M.Sc., mengatakan kemampuan serapan karbon TNBG menjadi bukti pentingnya menjaga kelestarian kawasan. Balai TNBG rutin melaksanakan patroli dan penjagaan untuk mencegah perambahan dan pembalakan liar.
"Taman Nasional Batang Gadis memiliki peran yang sangat penting sebagai penyerap karbon alami. Oleh karena itu, menjaga kelestarian kawasan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat. Hutan yang lestari akan terus memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang," ujar Agusman.
Menurut Agusman, selain patroli pengamanan, Balai TNBG aktif melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang peran hutan dalam menyerap karbon dan mengurangi dampak perubahan iklim.
"Kita pun dari TNBG akan berupaya semaksimal mungkin menjaga kelestarian kawasan kita dari berbagai konflik negatif di antaranya pengoptimalan resort-resort kita serta rutin melaksanakan patroli demi meminimalisir aktivitas yang tidak baik di kawasan kita."
"Kami juga turut ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Mandailing Natal yang selama ini sudah bekerjasama dengan kita dalam hal menjaga hutan dan kawasan kita, semoga ke depannya kerjasama ini tetap terjaga agar kita terhindar dari bencana dan juga problem lainnya," tambahnya.
Pelestarian TNBG akan terus menjadi prioritas untuk mempertahankan fungsi ekosistem dan kontribusi hutan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...