Basarnas Tunda Operasi Bawah Air KM Virgo karena Cuaca
Basarnas menunda operasi pencarian bawah air korban KM Virgo Transport 8 pada Senin, 14 September 2026, karena kondisi cuaca dan perairan di lokasi belum memungkinkan tim penyelam bekerja aman. Penundaan ini dilakukan meski sejumlah personel penyelam sudah disiapkan untuk operasi tersebut.
Siapa yang disiapkan dan alasan penundaan
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan tim penyelam berasal dari Kopaska TNI AL, penyelam khusus TNI AL, dan Basarnas Special Group. Namun aktivitas penyelaman tidak dilanjutkan pada hari kedua karena faktor keselamatan.
"Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, teman-teman yang sudah kita siapkan hari ini belum bisa kita turunkan. Keselamatan personel menjadi pertimbangan utama sebelum penyelaman dilakukan di lokasi kapal tenggelam," kata Syafii kepada awak media, Senin, 14 September 2026.
Dukungan teknologi sebagai langkah awal
Sebagai pengganti sementara penyelam, Basarnas mengandalkan perangkat teknologi untuk tahap awal pencarian bawah air. Kapal KRI Canopus dilaporkan masih dalam perjalanan dan diperkirakan tiba pada Selasa, 15 September 2026, untuk memperkuat operasi.
Peralatan yang dibawa KRI Canopus akan membantu memetakan kondisi dasar laut dan posisi kapal sebelum penyelam diturunkan.
- Underwater drone
- Multibeam echo sounder
- Remotely Operated Vehicle (ROV)
Pertimbangan keselamatan dan teknik penyelaman
Syafii menegaskan prosedur penyelaman harus mempertimbangkan beberapa variabel teknis dan medis. Faktor seperti kondisi kesehatan personel, arus laut, dan tingkat kekeruhan air menjadi penentu kelayakan turun ke bawah air.
"Penyelaman harus mempertimbangkan kondisi kesehatan personel, arus laut, hingga tingkat kekeruhan air. Kondisi kapal yang diduga berada dalam posisi tertentu juga menjadi faktor risiko, sehingga penyelaman tidak dapat dilakukan secara langsung."
Langkah selanjutnya dan pencarian di permukaan
Meski penyelaman ditunda, Basarnas menyatakan pencarian tetap berlanjut dengan prioritas keselamatan. Tim SAR terus menyisir sektor yang telah ditentukan dengan memperhitungkan kemungkinan pergeseran korban atau objek akibat arus laut.
Jika kondisi cuaca dan visibilitas di lokasi membaik, Basarnas akan menurunkan tim penyelam setelah evaluasi risiko dan kesiapan personel selesai. Pencarian akan berlanjut dengan prioritas keselamatan hingga kondisi dinyatakan aman.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...