Nasional

Bappenas: Perguruan Tinggi Kunci Kawal Pembangunan Nasional

Bagikan:
Menteri PPN Rachmat Pambudy berbicara pada SDGs Center Conference 2026 di Jakarta

Bappenas menegaskan perguruan tinggi memegang peran sentral dalam mengawal pembangunan nasional. Pernyataan itu disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, pada SDGs Center Conference 2026 di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. Ia menyebut kampus sebagai harapan utama untuk menghadirkan pemikiran dan kebijakan yang mampu mempercepat kemajuan bangsa.

Perguruan tinggi sebagai pengawal pembangunan

Rachmat menekankan bahwa kegagalan perguruan tinggi berisiko menggagalkan upaya pembangunan. Menurutnya, kampus harus berfungsi sebagai kompas yang mengarahkan kebijakan dan inovasi. Oleh karena itu, peran rektor dan pimpinan universitas dinilai krusial dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi Indonesia agar mampu bersaing di level global.

Perguruan tinggi harapan pertama dan terakhir bagi pengawalan pembangunan nasional

Dari komparatif ke kompetitif: dorongan riset dan inovasi

Selain fungsi pengawasan kebijakan, Rachmat mengajak semua pemangku kepentingan kampus — pimpinan, dosen, dan mahasiswa — untuk mengubah kekayaan sumber daya alam menjadi keunggulan kompetitif. Ia mendorong peningkatan riset dan inovasi agar keunggulan komparatif Indonesia dapat menghasilkan produk dan teknologi bernilai tambah.

Rachmat juga menargetkan agar perguruan tinggi Indonesia mampu menembus jajaran 50 universitas terbaik dunia melalui penguatan kualitas akademik, kolaborasi riset, serta kemitraan dengan industri.

Transisi energi: perlu terukur untuk hindari "green inflation"

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappenas mengingatkan perlunya transisi energi yang terukur. Ia menekankan percepatan yang terlalu cepat dan mahal bisa memicu inflasi terkait kebijakan hijau, yang dikenal sebagai green inflation, dan berdampak pada ekonomi domestik.

Transisi energi perlu dilakukan dengan bijak agar tidak menimbulkan inflasi karena proses yang terlalu cepat dan terlalu mahal

Menjajaki biomedis berbasis herbal

Rachmat menuturkan pemerintah sedang mempelajari pengalaman pembangunan biomedis berbasis herbal di China sebagai alternatif memperkuat sistem kesehatan nasional. Ia menjelaskan baru mengirim delegasi ke Republik Rakyat China untuk mempelajari pemanfaatan keunggulan hayati tropis Indonesia dalam pengembangan biomedis.

Kami baru mengutus delegasi ke RRC untuk mendalami biomedis berbasis herbal dan keunggulan hayati tropis kita

Menurut Rachmat, jika dikembangkan dengan tepat, biomedis berbasis sumber daya lokal berpotensi menjadi sektor strategis yang meningkatkan daya saing nasional sekaligus mendukung ketahanan kesehatan di masa depan.

Pernyataan Bappenas pada konferensi ini menegaskan peran akademia, kebijakan transisi energi yang berhati-hati, dan pemanfaatan biodiversitas lokal sebagai pilar penting dalam strategi pembangunan Indonesia ke depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait