Kemenpar Ajak Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja ke Destinasi Lokal
Kementerian Pariwisata meluncurkan kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja" untuk mendorong masyarakat memilih wisata dalam negeri. Ajakan itu disampaikan pada keterangan pers di kantor Kemenpar, Kamis 25 Juni 2026, sebagai upaya memperkenalkan alternatif liburan yang lebih dekat dan lebih terjangkau.
Tujuan kampanye
Kampanye ini bertujuan mengubah persepsi bahwa berlibur harus jauh dan mahal. Kemenpar ingin masyarakat mengeksplorasi destinasi di sekitar tempat tinggal.
"Dari mana ke mana kalau liburan? Kelihatan memang perjalanan itu terjadi di dalam provinsi,"
kata Juru Bicara Kemenpar, Nia Niscaya, pada pernyataan resmi. Ia menekankan bahwa pengalaman baru bisa ditemukan tanpa harus menempuh jarak jauh.
Data perjalanan wisatawan nusantara
Kementerian Pariwisata menyebutkan perjalanan antar kabupaten atau kota dalam satu provinsi menyumbang porsi terbesar perjalanan wisatawan nusantara. Tren ini menunjukkan meningkatnya minat untuk bepergian dekat rumah karena faktor biaya dan akses.
| Jenis Perjalanan | Persentase (2025) |
|---|---|
| Perjalanan dalam provinsi | 67.7% |
"Bahwa memang masyarakat cenderung melakukan perjalanan yang dekat saja. Ini karena persoalan biaya pertimbangannya, aksesnya lebih mudah, dan banyak atraksi baru di daerah sekitar,"
Pendekatan baru dan pemanfaatan teknologi
Selain mengajak eksplorasi lokal, Kemenpar mendorong pemanfaatan teknologi untuk merencanakan perjalanan. Mereka memperkenalkan platform MaiA sebagai asisten digital yang membantu menyesuaikan rencana wisata dengan kebutuhan dan anggaran.
Dengan bantuan kecerdasan buatan di platform tersebut, wisatawan dapat menemukan rute, atraksi, dan paket yang relevan secara cepat.
Paket wisata jelang libur sekolah
Menjelang periode libur sekolah, Kemenpar bekerja sama dengan pelaku industri menyediakan 95 paket wisata. Program ini melibatkan 40 pelaku industri dan menyasar segmen keluarga serta pelajar.
- Atraksi alam
- Kebudayaan dan desa wisata
- Aktivitas petualangan
- Wisata bahari
Nia menyoroti desa wisata sebagai alternatif yang menawarkan aktivitas dan kultur berbeda dari kehidupan perkotaan. Menurutnya, banyak destinasi lokal belum sepenuhnya dieksplorasi oleh masyarakat sendiri.
"Persepsi kalau berwisata itu mahal, lama, jauh, dan ternyata cara baru sudah tidak begitu lagi. Kita bisa jalan di sekitar kita yang belum kita eksplor, yang belum kita rasakan pengalamannya,"
Implikasi: Kampanye ini berpotensi meningkatkan kunjungan domestik dan memperkuat ekonomi lokal. Ke depan, efektivitas kampanye akan tampak dari jumlah kunjungan dan adopsi platform MaiA dalam perencanaan perjalanan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo: Persatuan Kunci Masa Depan Indonesia
Prabowo di PENAS Gorontalo: persatuan kunci agar Indonesia tak gagal; pemerintah bekerja keras menjaga kekay...
DPR Minta Evaluasi Usai Dua Peserta Latsarmil SPPI Meninggal
DPR minta evaluasi menyeluruh setelah dua peserta SPPI meninggal saat latsarmil; fokus pelatihan dinilai har...
Cara Polling Logo Resmi HUT ke-81 RI: Langkah dan Syarat
Pemerintah membuka polling publik untuk memilih logo resmi HUT ke-81 RI. Ikuti langkah resmi melalui situs l...
Pabrik Vape Ganja Internasional Beromzet Rp360 Miliar Dibongkar
Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar pabrik rumahan vape ganja beromzet Rp360 miliar, pelaku WNA dan t...
Partisipasi Publik Tentukan Logo HUT ke-81, Mensesneg Tegaskan Kebersamaan
Panitia HUT ke-81 libatkan publik dalam memilih logo; Mensesneg Prasetyo Hadi berharap hasilnya jadi simbol...
Prabowo Terima Lencana Emas dari Petani dan Nelayan
Presiden Prabowo menerima Lencana Emas Adi Bhakti sebagai penghargaan tertinggi dari petani dan nelayan di P...