Bappenas: Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Pembangunan Berkelanjutan
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyelesaikan tantangan perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan, Senin, 15 Juni 2026. Ia mengusulkan langkah riil di sektor kelautan, sumber daya air, dan pertanian untuk memperkuat mitigasi dan adaptasi.
Prioritas intervensi sektor
Rachmat menyatakan beberapa intervensi teknis perlu diprioritaskan agar respons terhadap perubahan iklim lebih efektif. Pendekatan ini melibatkan perencanaan terpadu antara sektor terkait.
- Penguatan sektor kelautan dan pesisir serta pembangunan infrastruktur perlindungan pantai.
- Penerapan nature-based solution dan tata ruang yang berbasis mitigasi risiko bencana.
- Di sektor sumber daya air: peningkatan efisiensi teknologi, konservasi air, dan penerapan prinsip water accounting.
- Di sektor pertanian: pengembangan smart agriculture untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan.
'Berbagai tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kolaborasi yang terintegrasi agar solusi yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan,'
Capaian SDGs dan integrasi kebijakan
Rachmat menegaskan prinsip utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni no one left behind, tetap menjadi pedoman. Hingga evaluasi terakhir, Indonesia telah menyelesaikan 153 dari 244 indikator SDGs atau setara 62,7 persen.
Menurutnya, capaian ini didukung oleh integrasi agenda SDGs ke dalam dokumen perencanaan nasional seperti RPJMN dan RKP. Integrasi itu dinilai penting untuk memastikan program pembangunan selaras dengan target-target global.
Peran perguruan tinggi dan kerja sama dengan UNNES
Rachmat menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian masyarakat. Ia meminta universitas menjadi katalisator solusi praktis yang dapat diadopsi oleh masyarakat.
'Universitas harus memposisikan diri bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai katalisator pembangunan berkelanjutan,'
Dalam rangka itu, Kementerian PPN/Bappenas menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk memperkuat kolaborasi perencanaan pembangunan nasional melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penghargaan dan ajakan pelestarian
Pada kesempatan yang sama, Rachmat menerima Anugerah Konservasi UNNES 2026 sebagai apresiasi atas kontribusi dalam mengawal implementasi SDGs dan pembangunan berkelanjutan. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga lingkungan demi generasi mendatang.
'Mari kita wariskan hutan yang tetap hijau, sungai yang tetap jernih, udara yang bersih. Dan bumi yang lestari untuk anak cucu kita,'
Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan akademisi, Bappenas berharap percepatan capaian SDGs dapat terus berlangsung sambil mengatasi risiko iklim yang kian kompleks.
Berita Terkait
Prabowo Dukung Perluasan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Jerman
Presiden Prabowo menyambut kerja sama ekonomi Indonesia-Jerman (15 Juni 2026) fokus UMKM, industrialisasi, d...
Pemerintah Dukung Pelestarian 500 Ha Kawasan Transmigrasi Samboja
Kementerian Transmigrasi siap memberi kepastian hukum untuk 500 ha kawasan transmigrasi Samboja agar konserv...
BPS Minta Pelaku Usaha Berikan Data Riil pada Sensus Ekonomi 2026
BPS DKI Jakarta mengajak pelaku usaha memberikan data jujur pada Sensus Ekonomi 2026 (15 Juni–31 Agustus) un...
Mikasa untuk Prabowo: Pesan Strategis Koizumi tentang Keamanan Maritim
Hadiah miniatur kapal Mikasa dari Menhan Jepang kepada Prabowo menyiratkan pesan strategis soal penguatan ke...
Yahya Zaini Minta Audit 13 Ribu Dapur MBG Usut Kebocoran Rp1 T/Bln
Yahya Zaini minta audit 13 ribu dapur MBG yang diduga bikin kebocoran anggaran Rp1 triliun per bulan dan san...
Bahlil Usul Anggaran Rp815 M untuk Program Kompor Listrik
Menteri ESDM usulkan alokasi Rp815 miliar untuk program kompor listrik sebagai upaya diversifikasi energi da...