Nasional

Menag Ajak Maknai Hijrah 1448 H untuk Perkuat Persatuan

Bagikan:
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberi pesan menyambut Tahun Baru Hijriah 1448 H

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat memaknai Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H sebagai momentum hijrah untuk memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.

Ajakan Menag menyambut 1 Muharam 1448 H

Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis pada Senin, 15 Juni 2026. Menag menekankan pentingnya perubahan sikap sosial untuk menghadapi tantangan zaman dan menjaga persaudaraan kebangsaan.

"Hijrah mengajak kita berpindah dari saling curiga menuju saling percaya. Hijrah juga mengarahkan kita dari perpecahan menuju persatuan,"

Dialog dan toleransi sebagai wujud hijrah

Nasaruddin menyoroti era disrupsi yang memunculkan persoalan sosial kompleks. Ia mengingatkan bahwa penguatan dialog dan toleransi menjadi langkah nyata dari semangat hijrah.

Menurut Menag, persaudaraan kebangsaan harus terus dirawat bersama agar perbedaan tidak menjadi pemicu konflik, melainkan modal untuk kemaslahatan bersama.

Nilai sejarah hijrah dan implikasinya

Menag menyambungkan pelajaran dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW ke konteks sekarang. Ia mengatakan nilai persaudaraan dan keadilan yang muncul pada masa hijrah relevan untuk membangun peradaban yang berkeadaban.

Ia mengajak setiap warga memulai perubahan dari diri sendiri sebagai kontribusi terhadap kemajuan bangsa.

"Semangat hijrah adalah semangat memperbaiki kualitas diri dan integritas. Dengan semangat itu, umat mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa,"

Pesan penutup dan harapan

Menutup pesannya, Nasaruddin menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Hijriah dan harapan agar keberkahan serta rahmat Allah SWT menyertai bangsa Indonesia.

"Atas nama Menteri Agama Republik Indonesia, saya, Nasaruddin Umar, mengucapkan Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah kita, melimpahkan rahmat dan keberkahan-Nya kepada bangsa Indonesia,"

Kata-kata Menag menegaskan bahwa makna hijrah tidak hanya ritual waktu, tetapi juga perubahan sikap kolektif menuju kepercayaan, toleransi, dan kepedulian sosial yang berkelanjutan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait