Pemerintah Salurkan 10 Kg Beras per Bulan untuk 33,2 Juta Keluarga
Pemerintah akan menyalurkan bantuan beras 10 kilogram per bulan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama tiga bulan mulai Juli 2026. Keputusan itu diumumkan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, setelah rapat koordinasi perkembangan harga komoditas pangan di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026. Langkah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan meredam potensi kenaikan harga pangan pada musim kemarau dan masa paceklik.
Rincian program dan jadwal
Setiap KPM akan menerima 10 kg beras setiap bulan selama Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan jumlah penerima 33,2 juta keluarga, kebutuhan beras program diperkirakan mencapai sekitar 1 juta ton. Penyaluran dijadwalkan mulai bulan Juli dan akan terus dimonitor pada Agustus dan September untuk menilai efektivitasnya.
Alasan dan arahan pemerintah
Menteri Zulkifli menyampaikan bahwa kebijakan ini sesuai arahan Presiden agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Pemerintah mengambil langkah preventif karena musim kemarau dan periode paceklik berisiko mendorong kenaikan harga sembako. Program dimaksudkan sebagai bantalan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Masuk musim kemarau nanti dan juga melihat perkembangan yang terakhir agar harga-harga sembako tidak naik dalam situasi apa pun. Arahan Bapak Presiden, tidak boleh membuat masyarakat jadi susah, oleh karena itu bantuan beras atau bantuan pangan kita tambah tiga bulan,"
Stok dan dampak terhadap cadangan beras
Pemerintah memastikan penambahan penyaluran tidak akan mengganggu cadangan beras nasional. Saat ini, stok pemerintah tercatat sekitar 5,2 juta ton. Setelah alokasi untuk program ini, stok diperkirakan berkurang sekitar 1 juta ton dan masih berada pada level yang dinilai aman untuk menjaga pasokan serta stabilitas harga di dalam negeri.
Penyaluran dan peran Kementerian Sosial
Kementerian Sosial ditunjuk sebagai pelaksana distribusi agar bantuan cepat tersalur ke keluarga yang membutuhkan. Pemerintah menegaskan proses penyaluran akan dipercepat sehingga alokasi Juli dapat diterima tepat waktu oleh para penerima.
Prospek ke depan
Pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar dan stok pangan selama periode bantuan. Evaluasi pada Agustus dan September menjadi kunci untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan perpanjangan atau penyesuaian program jika tekanan harga masih terjadi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menko Muhaimin Dorong '1001 Pasar Rakyat' untuk Perkuat UMKM
Menko Muhaimin dorong konsep 1001 Pasar Rakyat di Bekasi (4 Okt 2026) untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan k...
Kemenko PM: Kolaborasi Kunci Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kemenko PM: kolaborasi pemilik lahan, local champion, dan pemerintah jadi kunci pemberdayaan UMKM dan ekonom...
Zulhas: Pangkas Aturan, RI Berhenti Impor 7 Komoditas Pangan
Zulhas: pemangkasan aturan dorong RI hentikan impor tujuh komoditas, naikkan penyerapan pupuk dan surplus be...
Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Sejumlah Rumah Rusak
Gempa M 6,1 mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Okt 2026, merusak sejumlah rumah dan membuat warga batal ber...
APP Group Dorong Transfer Pengetahuan Antar Generasi Pekerja
APP Group mendorong transfer pengetahuan dari karyawan senior ke generasi muda melalui Long Service Award 20...
Kemenperin Dorong IKM Fesyen Baca Pasar lewat Design Canvas
Kemenperin mendorong IKM fesyen gunakan Design Canvas & Maker untuk menciptakan produk sesuai kebutuhan kons...