PKK Aceh Besar Serahkan Bantuan untuk Ibu Penyandang Disabilitas yang Baru Melahirkan
Kota Jantho — Wakil Ketua TP PKK Aceh Besar, Hj Nurul Fazli SAg, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Besar, Nurbaiti, menyerahkan bantuan kepada Ainon Marziah, seorang penyandang disabilitas netra (low vision), Rabu (13/5) di Gampong Lampineung, Kecamatan Baitussalam.
Bantuan dan tujuan penyerahan
Bantuan yang disalurkan meliputi perlengkapan bayi seperti susu formula, popok, makanan siap saji, serta bahan pangan dan sandang lainnya. Pemberian ini ditujukan untuk meringankan kebutuhan Ainon dan bayi perempuannya setelah menjalani persalinan melalui operasi caesar di RSIA Banda Aceh.
"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Ainon dan membantu kebutuhan bayi yang baru lahir. Kita berharap beliau tetap kuat dan terus mendapat perhatian serta dukungan dari semua pihak,"
Kondisi keluarga dan dukungan awal
Pihak RSIA Banda Aceh sebelumnya juga membantu menyediakan pakaian bayi seadanya, yang berasal dari sumbangan pegawai rumah sakit. Langkah itu dilakukan karena keluarga belum memiliki perlengkapan bayi yang memadai.
Sekretaris Desa Lampineung, Irfan, menjelaskan kondisi ekonomi Ainon cukup memprihatinkan. Keterbatasan penglihatan membuatnya sulit bekerja dan memenuhi kebutuhan harian.
"Alhamdulillah, bayi perempuan yang dilahirkan dalam kondisi sehat," kata Irfan, seraya menambahkan bahwa selama perawatan di rumah sakit Ainon hanya ditemani putranya yang berusia delapan tahun.
Dukungan masyarakat dan harapan ke depan
Irfan menyebutkan kebutuhan hidup Ainon selama ini ditopang oleh bantuan desa dan sumbangan warga. Untuk kebutuhan memasak, kerabat setempat kerap datang membantu secara khusus.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Plt Camat Baitussalam Ridwan SE, unsur pilar sosial, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), petugas Program Keluarga Harapan (PKH), serta unsur terkait lainnya.
Warga dan aparat desa berharap Ainon serta kedua anaknya terus menerima perhatian dan bantuan berkelanjutan dari berbagai pihak agar kebutuhan hidup mereka dapat terpenuhi dengan baik.
Catatan
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya jaringan dukungan sosial untuk keluarga rentan, khususnya penyandang disabilitas yang mengalami gejolak ekonomi saat menghadapi kondisi medis serius.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
21 Siswa Sumut Dilepas ke LKS Nasional 2026
Dinas Pendidikan Sumut melepas 21 siswa ke LKS Nasional 2026 di Jakarta; mereka berlaga di 36 bidang lomba d...
Rapidin: Kondisi Demokrasi dan Ekonomi Indonesia Terancam
Rapidin Simbolon kritik kondisi demokrasi dan ekonomi: rupiah melemah dan defisit anggaran mendekati 3 perse...
PDI Perjuangan Sumut Tegaskan Penegakan HAM pada Peringatan Kudatuli
PDI Perjuangan Sumut menuntut penegakan HAM bagi kader yang diculik dan korban demokrasi pada peringatan Kud...
Aceh Besar Kumpulkan 86 Kantong Darah di Hari Anak Nasional
Pemkab Aceh Besar dan PMI mengumpulkan 86 kantong darah pada peringatan Hari Anak Nasional, 27 Juli di Kota...
Wabup Aceh Besar Pimpin Cek Kesehatan & Donor Darah saat Puncak Hari Anak
Wabup Aceh Besar pimpin cek kesehatan dan donor darah saat puncak Hari Anak Nasional & HARGANAS; fokus pada...
Sekda Aceh Besar: Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan
Sekda Aceh Besar Bahrul Jamil mengajak semua pihak melindungi anak saat peringatan Hari Anak Nasional dan HA...