Lokal

Wabup Aceh Besar Pimpin Cek Kesehatan & Donor Darah saat Puncak Hari Anak

Bagikan:
Wakil Bupati Aceh Besar memimpin cek kesehatan dan donor darah di Kantor Bupati Kota Jantho

Kota Jantho, 27 Juli — Wakil Bupati Aceh Besar, Drs Syukri A. Jalil, memimpin kegiatan cek kesehatan dan donor darah pada puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-42 dan HARGANAS ke-33 di halaman Kantor Bupati Kota Jantho, Senin (27/7). Kegiatan ini diikuti oleh aparat sipil negara dan kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Aceh Besar setelah upacara bersama pelajar dan penyuluh keluarga berencana.

Puncak peringatan dan rangkaian kegiatan

Acara peringatan digelar sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan dan kepedulian keluarga terhadap tumbuh kembang anak. Selain cek kesehatan, ASN juga melaksanakan donor darah sebagai bentuk kontribusi sosial instansi pemerintahan daerah.

Pelaksanaan dimulai dengan upacara bersama pelajar dan penyuluh KB di halaman kantor bupati, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan layanan kesehatan bagi pegawai dan masyarakat sekitar.

Transformasi SDM dan jendela peluang

Dalam sambutannya, Syukri menekankan pentingnya memanfaatkan bonus demografi lewat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia mengingatkan bahwa upaya transformasi tidak boleh ditunda dan harus dimulai sejak dini, yaitu dari masa kehamilan dan pengasuhan keluarga.

"Untuk itu, transformasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak boleh ditunda, dan itu tidak dimulai dari bangku sekolah atau dunia kerja, melainkan dari dalam rahim ibu dan pengasuhan keluarga. Untuk mengapitalisasi bonus demografi tersebut, kita harus memperkuat tiga pilar utama pembangunan keluarga,"

Tiga pilar pembangunan keluarga

Syukri merinci tiga pilar yang harus diperkuat untuk menjamin kualitas generasi mendatang. Ketiga pilar ini menjadi fokus kebijakan keluarga dan intervensi dasar di tingkat rumah tangga.

  • Kesehatan — fokus pada penuntasan stunting melalui pemenuhan gizi di 1000 Hari Pertama Kehidupan.
  • Pendidikan Karakter — menjadikan rumah sebagai madrasah abad 21 untuk menanamkan integritas, kejujuran, dan kedisiplinan.
  • Ketahanan Mental — membentuk stabilitas emosional keluarga agar anak tumbuh resilien di tengah tekanan zaman.

Soal kesehatan anak, Syukri menegaskan pentingnya fokus pada gizi sejak awal kehidupan.

"Anak yang terhambat perkembangan otaknya akan kesulitan bersaing di era kecerdasan buatan. Maka, pemenuhan gizi di 1000 Hari Pertama Kehidupan harus menjadi gerakan nasional di setiap dapur keluarga,"

Ia juga mengajak keluarga menjadi tempat aman secara emosional untuk membangun ketahanan mental anak.

"Jadilah pelabuhan emosional yang stabil di tengah era yang penuh tekanan, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang resilien dan tidak mudah menyerah,"

Implikasi dan langkah ke depan

Kegiatan cek kesehatan dan donor darah ini menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran kolektif tentang pentingnya peran keluarga dalam menyiapkan generasi masa depan. Pemerintah daerah diharapkan melanjutkan program intervensi gizi, pendidikan karakter, dan dukungan psikososial di level keluarga dan komunitas.

Dengan memperkuat ketiga pilar tersebut, Aceh Besar berharap dapat memanfaatkan peluang bonus demografi untuk mendukung target jangka panjang, termasuk visi Indonesia Emas 2045.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait