BPJS: 79% Penderita Penyakit Kronis di Banten Belum Ikut Prolanis
BPJS Kesehatan mencatat 358.801 warga Banten menderita penyakit kronis, namun sekitar 79 persen dari mereka belum bergabung dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), kata pejabat BPJS pada 27 Juli 2026. Rendahnya partisipasi ini dinilai menghambat upaya pencegahan komplikasi penyakit seperti diabetes dan hipertensi.
Angka dan cakupan peserta
Data wilayah menunjukkan dari 358.801 pasien kronis yang terdaftar, hanya sekitar 21 persen aktif mengikuti kegiatan Prolanis. Deputi Direksi Wilayah IV BPJS Kesehatan, Yessi Kumalasari, menyatakan masih banyak peserta yang belum mendaftar, sehingga potensi pengendalian penyakit belum optimal.
"Masih banyak yang belum terdaftar. Sekitar 79 persen,"
Apa yang ditawarkan Prolanis
Prolanis dirancang untuk menekan keparahan penyakit kronis melalui intervensi promotif dan preventif. Saat ini program difokuskan pada dua kondisi utama: diabetes mellitus (DM) dan hipertensi.
Fasilitas dan kegiatan yang disediakan meliputi:
- Senam sehat dan aktivitas fisik terstruktur
- Konsultasi kesehatan berkala
- Pemeriksaan laboratorium penunjang
- Pelayanan obat-obatan sesuai kebutuhan
"Program promotif dan preventif merupakan upaya pencegahan atas keparahan penyakit sekaligus sasaran kepada individu supaya keparahan penyakit bisa dicegah. Kegiatannya adalah Prolanis," ucap Yessi.
Seruan pemerintah daerah
Gubernur Banten, Andra Soni, mendorong pasien kronis untuk lebih aktif memanfaatkan Prolanis. Ia menekankan bahwa pendekatan kesehatan saat ini beralih dari sekadar pengobatan menjadi penguatan langkah promotif dan preventif.
"Paradigma pembangunan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan setelah sakit, tetapi lebih mengutamakan promotif dan preventif,"
Andra menambahkan Prolanis membantu menjamin layanan kesehatan berkesinambungan dan mengurangi risiko komplikasi. Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang diselenggarakan pemerintah bersama BPJS Kesehatan.
Implikasi dan langkah ke depan
Rendahnya partisipasi dalam Prolanis berisiko meningkatkan beban pelayanan kesehatan di rumah sakit akibat komplikasi kronis. Peningkatan sosialisasi dan akses program, serta kolaborasi antara fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah, dianggap krusial untuk menaikkan angka partisipasi.
Dengan perluasan cakupan dan edukasi yang lebih intensif, Prolanis berpotensi menurunkan angka komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penyandang penyakit kronis di Banten.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Kemenkes Kumpulkan 700 Inovasi Layanan Primer untuk Cegah Stunting
Kemenkes himpun hampir 700 inovasi layanan primer di Leimena Conference 2026 untuk mendukung kebijakan pence...
Menkes: Kesehatan Kunci untuk Capai Status Negara Maju
Menkes Budi Gunadi: kesehatan rakyat jadi fondasi agar Indonesia bisa mencapai status negara maju dan menghi...
Riset: Integrasi Self-Care Perkuat Ketahanan Sistem Kesehatan
Riset menemukan integrasi self-care dapat memperkuat ketahanan sistem kesehatan, memperluas akses, dan membe...
Sulit Tidur? Tips Praktis Agar Cepat Istirahat Malam
Tips praktis mengatasi sulit tidur: kurangi gadget, hindari makanan berat sebelum istirahat, dan bangun ruti...
Kemenkes Perkuat Layanan agar Pasien Tak Lagi Berobat ke Luar Negeri
Kemenkes menegaskan akan memperkuat layanan kesehatan dalam negeri agar masyarakat tak perlu lagi berobat ke...
Kemenkes Dorong First Aider Teman Sebaya Cegah Gangguan Mental Remaja
Kemenkes meluncurkan program First Aider di sekolah untuk mendorong teman sebaya mendeteksi dan menangani ga...