Nasional

Pemerintah Bangun 1.151 km Jalan Daerah untuk Perluas Ekonomi

Bagikan:
Pembangunan jalan desa untuk meningkatkan konektivitas dan distribusi pangan

Pemerintah membangun 1.151 kilometer jalan daerah di 37 provinsi untuk memperluas pemerataan ekonomi dan memperlancar distribusi pangan, energi, serta air. Pengumuman ini disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari dalam keterangan pers, Senin 29 Juni 2026. Program dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan konektivitas jalan daerah.

Rencana dan cakupan pembangunan

Pembangunan jalan tersebar di seluruh wilayah administrasi, mencakup daerah perkotaan dan pedesaan yang selama ini sulit dijangkau. Pemerintah menargetkan peningkatan akses produksi dan distribusi dari pusat-pusat pertanian dan energi ke pasar dan konsumen akhir.

Tujuan utama proyek

Menurut Qodari, proyek bertujuan memastikan pemerataan manfaat pembangunan tidak hanya berpusat di kota besar, tetapi juga sampai ke pelosok desa. Jalan baru diharapkan menjadi penghubung utama antara sentra produksi dan pasar lokal.

"Pembangunan yang tidak hanya berpusat di kota-kota besar, tapi menjangkau hingga ke pelosok-pelosok desa yang selama ini jarang tersentuh. Kita ingin memastikan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi benar-benar dirasakan oleh setiap warga negara,"

Manfaat untuk ketahanan pangan, energi, dan air

Qodari menegaskan infrastruktur jalan menjadi dasar untuk memperkuat swasembada pangan, energi, dan ketersediaan air. Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi hasil panen tidak lagi terkendala oleh kondisi jalan rusak atau terputus.

"Pembangunan ini adalah fondasi kokoh kita bersama untuk menyongsong swasembada pangan, energi, dan air,"

Ia menambahkan bahwa aliran pasokan diharapkan mengalir lebih cepat dan efisien sehingga pasokan pangan dan air bersih mencapai konsumen dengan biaya dan waktu yang lebih rendah.

Dampak dan langkah selanjutnya

Peningkatan konektivitas diperkirakan berdampak langsung pada biaya logistik, waktu transportasi, dan akses pasar bagi petani serta produsen lokal. Pemerintah belum merinci anggaran per kilometer atau jadwal penyelesaian tiap ruas dalam keterangan ini, namun menegaskan proyek berjalan sesuai instruksi presiden untuk percepatan konektivitas jalan daerah.

Dengan tersambungnya jalan ke wilayah-wilayah terpencil, diharapkan terwujud pemerataan ekonomi yang lebih nyata dan peningkatan ketahanan wilayah terhadap gangguan pasokan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait