Banggar DPR Rekomendasikan Perbaikan Pengelolaan Keuangan Negara
Badan Anggaran (Banggar) DPR mengusulkan serangkaian perbaikan pengelolaan keuangan negara untuk memperkuat efektivitas APBN. Rekomendasi disampaikan Wakil Ketua Banggar Jazilul Fawaid dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026. Tujuannya agar alokasi anggaran dapat diukur berdasarkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi dan manfaat bagi publik.
Rekomendasi utama Banggar
Jazilul menegaskan pentingnya memasukkan kontribusi pertumbuhan ekonomi ke dalam evaluasi kinerja realisasi belanja pemerintah. Langkah ini dimaksudkan untuk menilai apakah belanja negara benar-benar mendorong pertumbuhan nasional.
"Badan Anggaran memberikan rekomendasi untuk dilaksanakan pemerintah dan dimasukkan dalam RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN TA 2025. Satu, mengintegrasikan kontribusi pertumbuhan ekonomi ke dalam sistem evaluasi kinerja atas realisasi belanja yang telah dialokasikan,"
Banggar juga meminta peningkatan ketertiban pelaksanaan alokasi anggaran dan program, agar tujuan, prosedur, serta manfaat anggaran lebih jelas.
Perbaikan penerimaan non-pajak
Banggar merekomendasikan perbaikan tata kelola penerimaan negara bukan pajak secara berkelanjutan. Fokus perbaikan diarahkan pada peningkatan kepatuhan administratif, kapasitas fiskal, dan mitigasi risiko kebocoran penerimaan negara.
Sinergi program dan pengentasan kemiskinan
Jazilul mendorong penguatan sinergi pemberdayaan ekonomi antar kementerian dan lembaga. Sinergi terkoordinasi diharapkan mempercepat pengentasan kemiskinan melalui kebijakan yang terintegrasi dan komprehensif.
Sektor pendidikan: evaluasi dan eksekusi anggaran
Banggar menilai pelaksanaan anggaran pendidikan perlu dievaluasi secara terukur dan menyeluruh. Jazilul menekankan agar eksekusi anggaran mandatory spending pendidikan optimal, sehingga manfaatnya dirasakan peserta didik, pendidik, dan masyarakat.
Data tunggal dan kualitas laporan kinerja
Salah satu rekomendasi penting adalah percepatan implementasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional sebagai referensi utama pemerintah. Integrasi data lintas kementerian dan pemutakhiran berkelanjutan dinilai krusial untuk meningkatkan akurasi perencanaan anggaran.
Reformasi subsidi dan alokasi dana
Banggar juga mendesak penyempurnaan reformasi subsidi energi serta formula pengalokasian dana alokasi umum. Selain itu, pemerintah didorong meningkatkan transparansi, pengawasan, dan akuntabilitas pemanfaatan anggaran untuk menunjang pembangunan nasional.
Ringkasan rekomendasi
- Mengintegrasikan kontribusi pertumbuhan ekonomi dalam evaluasi belanja.
- Meningkatkan ketertiban pelaksanaan alokasi anggaran dan program.
- Perbaikan tata kelola penerimaan non-pajak dan mitigasi kebocoran.
- Penguatan sinergi pemberdayaan ekonomi lintas kementerian.
- Evaluasi menyeluruh terhadap eksekusi anggaran pendidikan wajib.
- Percepatan implementasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.
- Penyempurnaan reformasi subsidi energi dan formula DAA.
Rekomendasi Banggar ini dimaksudkan dimasukkan ke dalam RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN TA 2025 dan diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah untuk menyempurnakan pengelolaan keuangan negara ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sekolah Rakyat Jadi Strategi Negara Memutus Mata Rantai Kemiskinan
Pemerintah luncurkan Sekolah Rakyat untuk menjemput anak keluarga miskin, fokus desil 1-2, dengan target 1 j...
Kemendikdasmen Pulihkan Trauma Murid Terdampak Gempa NTT
Kemendikdasmen bersama HIMPSI memberikan dukungan psikososial bagi murid dan guru terdampak gempa NTT untuk...
Kemendikdasmen Pulihkan Trauma Murid Terdampak Gempa di NTT
Kemendikdasmen dan HIMPSI melakukan pendampingan psikososial bagi murid dan guru terdampak gempa NTT untuk m...
Prabowo Tekankan Kedekatan Pemerintah dengan NU dan Muhammadiyah
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya hubungan dekat pemerintah dengan NU dan Muhammadiyah saat membuka Muk...
Menkeu Evaluasi Bea Cukai Usai Penahanan Pejabat oleh KPK
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan evaluasi tata kelola Bea Cukai dan Pajak setelah penahanan pejabat B...
Pakaian Layak Pakai Berpotensi Jadi Limbah, Pengusaha Ajak Salurkan
HIPPINDO: pakaian donasi sering tak cocok sehingga berisiko jadi limbah; dorong penyaluran terarah, daur ula...