Kemenekraf Perkuat Pelaku Ekraf Solok lewat AdCamp Skill Up
Kementerian Ekonomi Kreatif memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, melalui AdCamp: Skill Up Lab pada 27 Agustus 2026. Program dua hari ini melibatkan 50 peserta untuk mendorong pemulihan ekonomi lokal dan peningkatan keterampilan usaha kreatif.
Tujuan dan konteks program
Pelatihan ini merupakan bagian dari inisiatif Ekraf Peduli “Pulih Bersama, Bangkit Berdaya” yang ditujukan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pasca krisis. Kegiatan dirancang untuk membekali pelaku kreatif agar mampu mengembangkan produk, memperkuat merek, dan memperluas pasar lewat platform digital.
Detail pelatihan dan materi
Selama dua hari, peserta mendapatkan materi pengembangan merek, pembuatan konten kreatif, dan pemanfaatan media digital. Pelatihan menekankan teknik pengemasan produk melalui storytelling dan komunikasi visual yang menarik. Materi disusun agar peserta dapat langsung menerapkan pada usaha mereka.
Peserta dan fokus sektor
Dari 50 peserta, mayoritas adalah pelaku usaha lokal. Rincian peserta sebagai berikut:
- 32 orang pelaku ekraf sektor kuliner dan fesyen
- 18 orang mahasiswa dan talenta muda bidang peran
“Pemulihan sejati tidak cukup membangun kembali jalan dan gedung. Kita juga harus membangun harapan dan kemampuan masyarakat untuk berkarya,”
kata Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf, Cecep Rukendi, dalam keterangan tertulis.
Kolaborasi dan fasilitas promosi
Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Solok dan tiga asosiasi peran. Beberapa karya terpilih mendapat dukungan produksi dan placement gratis melalui kolaborasi dengan NativeAd dan program BantuIn. Fasilitas ini ditujukan untuk memperluas eksposur produk lokal dan membuka peluang pasar baru.
- Indonesian Digital Association
- Persatuan Perusahaan Peran Indonesia
- Ikatan Rumah Produksi Indonesia
“Kami ingin peserta pulang membawa kemampuan baru, karya baru, dan membangun kolaborasi untuk membuka peluang,”
ujar Direktur Peran Kemenekraf Andy Ruswar.
Implikasi dan langkah ke depan
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga mendorong ekosistem kreatif Solok agar lebih produktif dan berdaya saing. Keberlanjutan upaya tergantung pada implementasi keterampilan oleh peserta dan dukungan lanjutan dari pemangku kepentingan lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sekolah Rakyat Jadi Strategi Negara Memutus Mata Rantai Kemiskinan
Pemerintah luncurkan Sekolah Rakyat untuk menjemput anak keluarga miskin, fokus desil 1-2, dengan target 1 j...
Kemendikdasmen Pulihkan Trauma Murid Terdampak Gempa NTT
Kemendikdasmen bersama HIMPSI memberikan dukungan psikososial bagi murid dan guru terdampak gempa NTT untuk...
Kemendikdasmen Pulihkan Trauma Murid Terdampak Gempa di NTT
Kemendikdasmen dan HIMPSI melakukan pendampingan psikososial bagi murid dan guru terdampak gempa NTT untuk m...
Prabowo Tekankan Kedekatan Pemerintah dengan NU dan Muhammadiyah
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya hubungan dekat pemerintah dengan NU dan Muhammadiyah saat membuka Muk...
Menkeu Evaluasi Bea Cukai Usai Penahanan Pejabat oleh KPK
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan evaluasi tata kelola Bea Cukai dan Pajak setelah penahanan pejabat B...
Pakaian Layak Pakai Berpotensi Jadi Limbah, Pengusaha Ajak Salurkan
HIPPINDO: pakaian donasi sering tak cocok sehingga berisiko jadi limbah; dorong penyaluran terarah, daur ula...