Bali All-Access Pass: Pass Wisata Baru untuk Turis Internasional
Jakarta — Platform digital SatuSatu bekerja sama dengan TipTip meluncurkan Bali All-Access Pass pada Rabu di Jakarta Selatan. Produk baru ini dirancang untuk menyederhanakan perencanaan perjalanan pengunjung ke Bali dengan menggabungkan pemesanan aktivitas dan penyusunan itinerary dalam satu platform.
Fitur utama dan cara kerja
Pass memberi akses ke rangkaian aktivitas kurasi di Bali melalui satu aplikasi. Fitur utamanya adalah Satu Concierge, yang menyediakan rekomendasi tujuan, aktivitas, dan opsi transportasi. Dengan demikian, pengguna dapat menyusun perjalanan lebih cepat dan efisien.
A solution like this can help travelers plan trips that are more effective, efficient and affordable.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Triawan Munaf, figur senior di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, saat acara peluncuran. Penawaran ini menjadi yang pertama di Bali yang mengintegrasikan itinerary planning dan activity booking secara terpusat.
Durasi, cakupan, dan target penjualan
Pass tersedia dalam durasi fleksibel, mulai dari 1 hingga 3 hari, sehingga pengunjung bisa menyesuaikan dengan waktu dan anggaran. Saat peluncuran, paket ini sudah mencakup lebih dari 50 pengalaman yang dikurasi di berbagai kategori.
- Durasi: 1–3 hari
- Jumlah pengalaman: lebih dari 50
- Target penjualan: sekitar 5.000 pass pada bulan Mei
- Segmen utama: turis internasional
Potensi perluasan dan data wisatawan
Albert Lucius, CEO TipTip Group, menyebut inisiatif ini sebagai proyek pilot dengan potensi ekspansi ke tujuan lain di Indonesia. Ia menekankan peluang untuk lebih menghubungkan wisatawan internasional dengan pengalaman lokal.
Bali has diverse tourism assets, and there are still many opportunities to better connect international visitors with local experiences.
Peluncuran ini datang ketika permintaan internasional terhadap Bali masih kuat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sekitar 1,4 juta wisatawan asing mengunjungi pulau tersebut pada kuartal pertama 2026.
Dampak terhadap diversifikasi pariwisata
Pelaku industri menilai akses yang lebih baik ke destinasi kurang dikenal dapat membantu mendistribusikan belanja wisatawan. Saat ini pengeluaran masih terkonsentrasi pada beberapa kawasan populer. Brand ambassador Ben Sumadiwiria juga menyebut banyak pengunjung belum mengetahui ragam aktivitas lain di pulau ini, termasuk penawaran outdoor dan petualangan.
Jika program pilot berjalan sukses, operator menyatakan kemungkinan memperluas model ini ke destinasi lain di Indonesia. Untuk kini, fokus utama tetap pada mempermudah pengalaman perjalanan dan meningkatkan konektivitas antara wisatawan dan penyedia layanan lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Korea Selatan Buka Peluang Bebas Visa untuk Turis Indonesia Secara Individual
Korea Selatan pertimbangkan bebas visa individual untuk turis Indonesia jika Jakarta bisa tunjukkan nol over...
Belgrade vs Jakarta: Budaya Kedai Kopi dan Ritme Kota
Perbedaan budaya kedai kopi Belgrade yang santai dan Jakarta yang produktif menggambarkan ritme hidup kedua...
Sejarah dan Cara Merayakan Hari Kelautan Nasional
Hari Kelautan Nasional diperingati tiap 2 Juli untuk mendorong pelestarian laut Indonesia lewat aksi bersih...
2 Juli 2026: Hari Kelautan, Jurnalis Olahraga, dan Hari UFO
2 Juli 2026 diperingati sebagai Hari Kelautan Nasional, Hari Jurnalis Olahraga Sedunia, dan Hari UFO Sedunia...
Jakarta Sambungkan Hotel di Bundaran HI ke MRT lewat Koridor Bawah Tanah
Pemprov DKI rencanakan koridor bawah tanah Hubungkan hotel di Bundaran HI ke MRT untuk kurangi kemacetan dan...
POTEK Dance Fest 2026 Semifinal Bandung: 10 Finalis Unjuk Gigi di Festlink Mall
POTEK Dance Fest 2026 menggelar semifinal di Festlink Mall Bandung dengan 10 finalis dan ribuan penonton yan...