Politik

Bupati Banyuwangi: ASN Harus Responsif Hadapi Fenomena Global

Bagikan:
Bupati Ipuk memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional di Kantor Bupati Banyuwangi

Banyuwangi — Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Kamis (17/8/2026). Ia mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar lebih peka terhadap fenomena global dan dinamika sosial yang berdampak di daerah. Upacara dilaksanakan secara hybrid dan diikuti sekitar 900 peserta baik luring maupun daring.

Pesan utama kepada ASN

Pada kesempatan itu Ipuk menekankan agar ASN tidak terjebak rutinitas administratif semata. Mereka harus bergerak cepat, berinovasi, dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

“Sebagai pelayan publik, ASN tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif kantor, melainkan harus responsif terhadap dinamika sosial di sekitarnya,”

Ipuk juga menegaskan pentingnya orientasi hasil dan pelayanan yang mudah serta cepat. Ia meminta perubahan cara kerja yang lebih proaktif dalam mengantisipasi risiko.

“Karena itu, saya minta seluruh jajaran Pemkab Banyuwangi bisa mengubah cara kerjanya. Jangan hanya cepat bereaksi, melainkan harus mampu membaca risiko, mencegah dan bersiap sebelum terjadi,”

Lima pesan khusus birokrasi

Untuk mendorong perubahan itu, Bupati menyerahkan lima pesan konkret kepada jajaran birokrasi. Pesan ini ditujukan untuk memperkuat kinerja dan pelayanan publik.

  • Berorientasi pada hasil: setiap program harus memiliki target jelas dan manfaat nyata.
  • Penguatan kolaborasi lintas OPD dan pemangku kepentingan.
  • Digitalisasi dan inovasi untuk mempercepat layanan.
  • Kesiapsiagaan dan manajemen risiko agar respons lebih awal terhadap gejolak.
  • Penggunaan data sebagai dasar pengambilan keputusan yang mutakhir dan terintegrasi.

Ipuk menekankan bahwa ukuran keberhasilan bukan jumlah program, melainkan seberapa besar masyarakat merasakan manfaatnya.

“Ukuran keberhasilan kita bukan seberapa banyak program yang kita buat. Tetapi seberapa besar masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, ramah dan juga pasti,”

Konteks tantangan yang dihadapi

Dalam sambutannya, Ipuk mengingatkan berbagai tantangan global yang memengaruhi pemerintahan daerah. Antara lain ketidakpastian geopolitik, tekanan terhadap pangan dan energi, perkembangan teknologi, kondisi kesehatan generasi muda, serta perubahan perilaku akibat derasnya arus informasi.

Menurutnya, tantangan tersebut harus disikapi dengan tepat agar dampak negatif dapat diminimalisir melalui kebijakan proaktif dan penggunaan data yang akurat.

Pelaksanaan upacara dan penghargaan

Upacara HKN kali ini diikuti sekitar 900 peserta secara luring dan daring. Usai kegiatan, Bupati menyerahkan penghargaan kepada sejumlah desa yang menang lomba pengelolaan persampahan.

Ipuk berharap lomba pengelolaan sampah menjadi pemicu perubahan perilaku warga menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Penutup: arah kebijakan ke depan

Pernyataan Bupati menegaskan arah kebijakan Pemkab Banyuwangi ke depan: kerja birokrasi yang berorientasi pada hasil, berbasis data, dan siap menghadapi risiko. Langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan ketahanan daerah terhadap guncangan eksternal.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait