ASABRI Minta Penyerahan Aset Rampasan Segera Direalisasikan
PT ASABRI meminta penyerahan aset rampasan hasil putusan pengadilan yang telah inkrah segera diserahkan kepada perusahaan. Permintaan ini disampaikan Direktur Utama Jeffry Haryadi dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026. ASABRI menyatakan aset tersebut penting untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan kesehatan keuangan perusahaan.
Detail dua aset yang diminta
Jeffry menjelaskan saat ini terdapat dua aset yang sudah diputus pengadilan dan sedang dalam proses alih kepemilikan kepada ASABRI. Aset pertama dinyatakan dirampas untuk negara melalui ASABRI oleh putusan pengadilan, dan diharapkan dapat segera diberikan sebagai modal tambahan dan dana investasi.
Aset kedua disebut sebagai aset jaminan dari investasi milik ASABRI yang juga telah dirampas untuk negara melalui putusan pengadilan. Jeffry menegaskan pentingnya kejelasan status kedua aset tersebut agar dapat segera dikelola perusahaan.
- Aset 1: Diputuskan dirampas untuk negara melalui ASABRI dan diusulkan menjadi modal perusahaan.
- Aset 2: Merupakan aset jaminan dari investasi ASABRI yang juga telah dirampas untuk negara.
Koordinasi antar lembaga untuk percepatan
ASABRI menyatakan terus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung, Kementerian Keuangan, dan BPI Danantara agar proses penyerahan aset dapat segera direalisasikan. Perusahaan berharap langkah administratif dan hukum dipercepat supaya aset bisa segera dikelola untuk kepentingan pemulihan keuangan.
"Namun aset yang dirampas ini merupakan aset jaminan dari investasi milik PT ASABRI,"
Dukungan DPR dan implikasi penyehatan
Komisi VI DPR RI memberikan dukungan untuk mempercepat penyelesaian aset sitaan hasil putusan pengadilan bersama pemerintah. Pernyataan dukungan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, dalam konklusi rapat kerja.
ASABRI menilai dukungan Komisi VI penting sebagai bagian dari program penyehatan pasca-penanganan kasus hukum yang pernah menjerat perusahaan. Penyerahan aset dinilai memberi ruang likuiditas dan modal bagi pemulihan kinerja investasi ASABRI.
Proyeksi dan langkah selanjutnya
Jika proses penyerahan berjalan lancar, ASABRI berencana menggunakan aset tersebut sebagai modal kerja dan sumber investasi baru. Percepatan administrasi dan koordinasi antarinstansi menjadi kunci agar manfaat aset bisa langsung dirasakan dalam memperbaiki rasio kesehatan keuangan perusahaan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BNPB: Jangan Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla
BNPB minta negara tetangga tak saling menyalahkan soal asap karhutla dan dorong kerja sama untuk pengendalia...
DPR Minta Dana Rekonstruksi Faskes di Manggarai Pasca Gempa
Komisi IX DPR minta alokasi anggaran rekonstruksi faskes di Manggarai pascagempa 21 Agustus 2026; 384 fasili...
Anak Muda Bandung Perkuat Gerakan Selamatkan Pangan
35 pemuda Bandung ikuti pelatihan penyelamatan pangan bersama Hareudang Bandung untuk kurangi pemborosan dan...
KLH Minta Swasta Bangun Sekat Kanal Atasi Karhutla Gambut Kalbar
KLH minta perusahaan swasta bangun sekat kanal di konsesi untuk atasi kebakaran lahan gambut Kalbar dan memp...
BULOG Siapkan Stok Beras Antisipasi Perpanjangan Darurat Gempa NTT
BULOG menyiapkan stok beras hingga 18.500 ton untuk mengantisipasi perpanjangan tanggap darurat gempa di NTT...
Kemensos Salurkan Rp15 Juta untuk 13 Ahli Waris Korban Gempa Nagekeo
Kemensos menyerahkan santunan Rp15 juta kepada 13 ahli waris korban gempa Nagekeo di Posko Berdikari Danga p...