Kemenaker Antisipasi PHK Dampak Konflik Timur Tengah
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyiapkan langkah pencegahan untuk mengantisipasi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat konflik global dan perang di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor saat acara Sosialisasi Program Transmigrasi Patriot 2026 di Jakarta Pusat, Minggu, 17 Mei 2026.
Ancaman PHK dan kondisi ketenagakerjaan saat ini
Afriansyah mengatakan gejolak geopolitik memberi tekanan pada ekonomi global yang berdampak ke Indonesia. Pemerintah memantau kondisi industri untuk menekan potensi PHK sejak dini.
"Kami terus mengantisipasi ancaman PHK akibat konflik global agar angka pengangguran nasional tidak semakin meningkat. Pemerintah menyiapkan langkah pencegahan dan perlindungan pekerja menghadapi tekanan ekonomi dampak perang Timur Tengah,"
Menurut data yang disebutkan, jumlah pengangguran saat ini mencapai sekitar 7,4 juta orang atau setara 4,3 persen dari angkatan kerja. Kondisi ini menjadi dasar pemerintah memperkuat program ketenagakerjaan.
Perluasan program magang dan vokasi
Salah satu langkah utama Kemenaker adalah memperluas program Magang Nasional dan meningkatkan pelatihan vokasi. Afriansyah menyebut kuota magang dinaikkan untuk tahun 2026.
"Salah satu langkah yang disiapkan adalah dengan memperluas program Magang Nasional pada 2026. Kami menaikkan kuota peserta dari sebelumnya 100 ribu orang menjadi 150 ribu orang,"
Pemerintah juga membuka pelatihan vokasi nasional bagi lulusan SMA dan SMK melalui balai latihan kerja di berbagai daerah. Program vokasi ini disiapkan untuk menjaga kesempatan kerja di tengah ketidakpastian ekonomi.
Detail program dan manfaat bagi peserta
Beberapa poin penting program yang diumumkan Kemenaker:
- Kuota Magang Nasional naik menjadi 150.000 peserta pada 2026.
- Pelatihan vokasi nasional menyediakan 70.000 kuota untuk lulusan SMA/SMK.
- Seluruh pelatihan diberikan secara gratis melalui balai latihan kerja.
- Peserta menerima uang saku harian sebesar Rp20.000 dan sertifikasi resmi negara setelah selesai pelatihan.
Afriansyah mengarahkan calon peserta untuk mendaftar melalui aplikasi SIAPKerja. Lewat aplikasi itu, peserta bisa mendaftar magang maupun pelatihan vokasi.
Dampak jangka pendek dan prospek ke depan
Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menjaga ketahanan ekonomi nasional. Kemenaker menilai penguatan pelatihan kerja akan membantu menyerap tenaga kerja dan meredam kenaikan pengangguran bila tekanan ekonomi global semakin berat.
Ke depan, pemerintah akan terus memantau perkembangan geopolitik dan menyesuaikan kebijakan ketenagakerjaan untuk melindungi pekerja dan menjaga stabilitas pasar kerja nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mitra Karawangjaya Ungkap Hambatan Pengelolaan Kawasan Industri
PT Mitra Karawangjaya menyampaikan kendala SHGB, SIPA, akses tol, dan gangguan keamanan yang mengancam kepas...
JPPI Minta Sekolah Terbuka dalam Penanganan Perundungan
JPPI mendesak sekolah bersikap terbuka menangani perundungan, mendorong SOP, akreditasi, dan sosialisasi unt...
BBM dan Avtur Indonesia Termurah di ASEAN, Diesel di Posisi Ketiga
Harga bensin RON 92, RON 95, dan avtur di Indonesia tercatat paling murah di Asia Tenggara; diesel berada di...
Puan: Satuan Baru TNI Harus Perkuat Pertahanan dan Kedaulatan
Puan Maharani minta satuan baru TNI diiringi penguatan kemampuan pertahanan dan dukungan pemerintah usai pel...
Kemenimipas: Sosok di Kamar Mewah Lapas Cibinong Adalah Jimmy Masrin
Kemenimipas menyatakan sosok di kamar mewah Lapas Cibinong adalah terpidana korupsi Jimmy Masrin berdasarkan...
Ombudsman Siapkan Investigasi Tata Kelola Lapas Cibinong
Ombudsman siapkan investigasi menyeluruh atas tata kelola Lapas Kelas IIA Cibinong setelah ditemukan fasilit...