Anggaran Dispar Medan Minim, DPRD Curiga Kas Pemko Kosong
Medan — Anggota Komisi III DPRD Medan, Godfried Effendy Lubis, menyoroti rendahnya serapan anggaran pada triwulan III 2026 di sejumlah OPD, terutama Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan. Pernyataan itu disampaikan saat rapat evaluasi serapan anggaran Dispar, Selasa (22/9).
Rendahnya realisasi anggaran dan risiko program terhenti
Godfried menduga kondisi itu terkait masalah likuiditas di kas Pemerintah Kota Medan. Ia menunjuk aliran Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang hingga kini baru masuk sekitar 30 persen.
"Saya curiga kas Pemko Medan kosong. Hal itu bisa saja terjadi karena terbukti kucuran Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemprovsu hingga saat ini hanya 30 persen."
Politikus tersebut memaparkan data: dari total DBH sekitar Rp310 miliar, Pemko Medan baru menerima sekitar Rp90 miliar hingga September 2026. Ia khawatir keterlambatan penerimaan dan PAD yang belum terkumpul akan membuat banyak program OPD terhenti dan berpotensi menambah Silpa akhir tahun.
Kritik pada pengelolaan pariwisata dan data kunjungan
Godfried juga mengkritik pengelolaan destinasi wisata sejarah dan kuliner di kawasan Kesawan. Ia menilai penggunaan anggaran besar tidak menghasilkan pengelolaan yang efektif.
"Habis anggaran miliaran rupiah untuk pengelolaan wisata di sana, tengok saja gedung Warenhuis hanya menjadi gudang,"
Selain itu, ia menyebut jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Medan pada 2026 baru mencapai sekitar 400 orang, angka yang menurutnya memprihatinkan dan memerlukan perhatian segera dari Dispar.
Permintaan peningkatan promosi dan pelestarian budaya
Godfried meminta Dispar memperkuat promosi dan menghadirkan inovasi produk wisata unggulan. Ia menyoroti minimnya promosi produk lokal seperti Bika Ambon, Bolu Meranti, dan durian di media luar ruang.
"Kota Medan hanya terkenal Bika Ambon, Bolu Meranti dan Durian. Tapi kita lihat saja mana ada promosi barang tersebut."
Ia menegaskan pentingnya mempertahankan identitas Kota Melayu Deli melalui ornamen budaya Melayu pada bangunan dan pintu gerbang kota.
Tanggapan Pemko: kas masih aman
Menanggapi kecurigaan itu, Plt BKAD Pemko Medan, Suluh Aulia Harahap, membantah adanya kekosongan kas. Ia menyatakan kas kota dalam kondisi aman dan mendorong setiap OPD untuk segera merealisasikan anggaran.
"Saat ini kas Pemko Aman. Justru pada rapat kemarin agar penggunaan anggaran di setiap OPD segera direalisasikan,"
Suluh mengakui bahwa keterlambatan DBH berpengaruh terhadap perputaran kas, namun menegaskan bahwa kondisi likuiditas Pemko masih terkendali.
Dengan kondisi tersebut, perhatian kini tertuju pada langkah Dispar dan OPD terkait untuk mempercepat realisasi program, memperbaiki promosi, serta memastikan identitas budaya tetap tercermin dalam pengembangan pariwisata Kota Medan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Banjir Bandang Tutup Akses Dusun di Samosir, 3 Rumah Rusak
Banjir bandang di Dusun I Sitobu, Simanindo (26/9) menutup akses dan merusak tiga rumah; warga dievakuasi, p...
Telkomsel Ajak Pelanggan IndiHome Nobar Gratis di Medan
Telkomsel menggelar nobar gratis untuk 200 pelanggan IndiHome di Medan pada 26 September, menyediakan tiket...
Realisasi TKD Aceh Capai 30,16% hingga 25 September 2026
Realisasi TKD Aceh 2026 mencapai 30,16% (Rp498,25 miliar) per 25 Sept; serapan mingguan naik Rp41,16 miliar...
Basemen Pasar Petisah Medan Terendam, Pedagang Keluhkan Bau
Basemen Pasar Petisah Medan tergenang mata kaki pada 27/9, diduga karena mesin penyedot air bermasalah; peda...
Polsek Siantar Selatan Tangani Video Bullying di SMPN 12 Pematangsiantar
Polsek Siantar Selatan menindaklanjuti video bullying di SMPN 12 Pematangsiantar; korban dirawat, pelaku sko...
Beras Bansos di Pulo Padang Dinilai Tepat Sasaran
Penyaluran 1.266 paket beras bansos di Pulo Padang berlangsung tertib dan sesuai data verifikasi, kata Lurah...