Nasional

Prabowo Luncurkan Ambulans Udara untuk Daerah Terpencil

Bagikan:

Presiden Prabowo Subianto memulai realisasi program ambulans udara untuk mempercepat akses layanan kesehatan di wilayah terpencil. Pengumuman itu disampaikan pada akhir September 2026 menyusul uji coba evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Program ditujukan untuk menjangkau warga yang sulit diakses lewat jalan darat karena hambatan geografis dan infrastruktur.

Uji coba evakuasi di Lampung

Pemerintah melakukan latihan evakuasi medis untuk menguji kemampuan pendaratan dan transportasi pasien di medan sulit. Latihan melibatkan helikopter dan pesawat kecil yang dinilai mampu mendarat di lapangan rumput, pesisir, serta area pinggir sungai.

“Kita akan membuat ambulans udara, helikopter-helikopter dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir. Bisa mendarat di pinggir sungai.”

Alasan dan target program

Program ini digagas untuk mengatasi lamanya waktu tempuh menuju fasilitas kesehatan di banyak daerah. Presiden menekankan bahwa keterlambatan evakuasi berisiko menyebabkan kematian, termasuk kasus ibu yang melahirkan yang harus menempuh perjalanan berjam-jam.

“Supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,”

Dalam pernyataannya, Kepala Negara menunjuk masalah akses dan buruknya infrastruktur sebagai penyebab utama terlambatnya penanganan medis.

Sinkronisasi dengan pembangunan fasilitas

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan ambulans udara akan melengkapi langkah pemerataan layanan kesehatan. Program ini direncanakan berjalan setelah penyelesaian pembangunan 22 rumah sakit baru pada 2026 yang menambah ketersediaan fasilitas di sejumlah kabupaten dan kota.

“Karena dalam kondisi darurat, waktu sangat berarti. Insyaallah negara akan terus hadir, hingga ke pelosok negeri,”

Teddy menegaskan tujuan praktis program ini: memperpendek waktu tempuh pasien menuju layanan medis dan meningkatkan peluang penyelamatan nyawa.

“Memperpendek jarak, mempercepat pertolongan, dan pada akhirnya menyelamatkan nyawa.”

Dampak dan langkah selanjutnya

Ambulans udara diproyeksikan menutup kesenjangan akses layanan darurat untuk masyarakat di pulau-pulau kecil, pegunungan, dan daerah pesisir terpencil. Selain pengadaan helikopter dan pesawat kecil, keberhasilan program membutuhkan dukungan logistik, pelatihan awak medis, dan titik pendaratan aman di daerah sasaran.

Ke depan, pemerintah perlu menjelaskan skema operasional, pembiayaan, dan jadwal implementasi agar masyarakat dan pemda dapat mempersiapkan fasilitas pendukung. Langkah ini berpotensi mempercepat respon medis di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait