Nasional

Basarnas Percepat Pengangkatan KM Virgo untuk Percepat Pencarian

Bagikan:

Basarnas mendorong percepatan proses salvage atau pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam di Laut Jawa. Upaya itu dimaksudkan untuk membuka akses pencarian dan mempermudah evakuasi korban yang diduga berada di dalam kapal.

Koordinasi pengangkatan dan kesiapan teknis

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan proses salvage telah mulai dikoordinasikan dengan pemilik kapal dan pihak asuransi. Pihak asuransi telah melakukan observasi untuk memastikan kesiapan pelaksanaan pengangkatan.

"Karena kita tahu di dalam kapal masih ada korban. Kita meminta bahwa amanah undang-undang itu bisa dilaksanakan secepat-cepatnya,"

Syafii menegaskan pengangkatan kapal merupakan langkah krusial dan berada dalam ranah Kementerian Perhubungan jika kapal berpotensi mengganggu alur pelayaran. Ia mengingatkan bahwa kapal berukuran besar dan posisi terbalik menuntut perhitungan teknis dan peralatan khusus.

Metode dan kemungkinan bantuan internasional

Basarnas membuka kemungkinan melibatkan pihak atau negara lain yang memiliki kemampuan teknis untuk membantu proses pengapungan dan pembalikan kapal. Tahapan yang dipertimbangkan meliputi pengapungan, pemasangan belt untuk membalikkan kapal, lalu pemindahan ke lokasi aman.

  • Pengapungan awal untuk mengurangi beban dasar laut
  • Pemasangan belt atau rigging untuk membantu membalikkan kapal
  • Penarikan ke area yang tidak mengganggu pelayaran

Kendala operasi di bawah permukaan

Operasi penyelaman menghadapi kendala arus kuat. Syafii menyebut arus di lokasi pencarian sempat mencapai lebih dari 6 knot, bahkan sekitar 7 knot, sehingga penyelaman tidak bisa dilakukan bebas sepanjang waktu.

"Salah satu kendala terbesar berada di bawah permukaan laut karena arus di lokasi pencarian sempat mencapai lebih dari 6 knot. Bahkan sekitar 7 knot,"

Tim SAR kemudian menyesuaikan operasi dengan perubahan pasang surut dan memanfaatkan jendela cuaca serta kondisi laut yang memungkinkan.

Perkembangan pencarian dan data korban

Pencarian tetap berjalan seiring persiapan proses salvage. Pada hari ke-17 operasi, tim penyelam gabungan menemukan dan mengevakuasi tiga jasad.

Status Jumlah
Selamat 108
Meninggal 74
Masih dicari 61
Total manifes 243

Dengan temuan tersebut, jumlah korban yang ditemukan mencapai 182 orang. Basarnas menekankan operasi tidak akan dihentikan selama masih ada kemungkinan menemukan dan mengevakuasi korban.

"Operasi SAR tidak akan pernah dihentikan. Selama masih memungkinkan untuk bisa menemukan korban dan mengevakuasi korban,"

Arah operasi ke depan

Basarnas meminta instansi berwenang untuk segera mengambil langkah sesuai ketentuan agar proses pengangkatan bisa cepat terlaksana. Jika pengangkatan berjalan, akses ke interior kapal akan terbuka sehingga proses pencarian dan evakuasi diperkirakan lebih efektif.

Penentuan waktu dan metode akhir pengangkatan akan bergantung pada hasil perhitungan teknis, kesiapan peralatan, dan kondisi lapangan. Basarnas menyatakan akan terus menyesuaikan operasi SAR sampai semua korban ditemukan atau lapangan benar-benar tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait