Amazy dan PLN Latih Ratusan Purnabakti Jadi Wirausaha Frozen Food
Amazy dan PLN (Persero) menuntaskan program kemitraan dua tahun yang membekali ratusan karyawan purnabakti PLN dengan keterampilan wirausaha di sektor frozen food dan bakery. Program berlangsung di berbagai Unit Pelaksana Diklat (UPDL) di seluruh Indonesia dan dirancang untuk membuka peluang pendapatan baru setelah pensiun.
Rincian program dan capaian
Kolaborasi antara PT Magfood Amazy Internasional dan PLN menyelenggarakan sesi pelatihan intensif selama dua tahun. Hingga kini program telah menggelar 16 kelas dan menjangkau ratusan peserta dari berbagai UPDL, mulai dari Sumatera hingga wilayah lain di Indonesia.
- Peserta berasal dari UPDL seperti Padang, Semarang, Tuntungan, Pandaan, Bogor, dan Banjarbaru.
- Setiap angkatan mengikuti pelatihan intensif 4 hari yang memadukan praktik produksi, keamanan pangan, pengemasan, dan pemasaran digital.
- Hari keempat didedikasikan untuk kunjungan industri agar peserta melihat operasional bisnis pangan skala industri secara langsung.
- Materi diampu oleh tim praktisi Amazy dan Magfood yang aktif di lapangan, bukan sekadar teori.
Dampak ekonomi dan peluang kerja
Program ini tidak hanya mengajarkan pembuatan produk. Peserta juga mendapat pengetahuan untuk mengelola usaha rumahan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan.
Jika usaha berjalan dan permintaan meningkat, satu unit usaha rumahan berpotensi mempekerjakan 2–4 orang. Jika diadopsi oleh banyak peserta, inisiatif ini dapat membuka ribuan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi keluarga serta komunitas lokal.
Dukungan PLN dan tujuan sosial
PLN meneruskan program ini sebagai bagian dari komitmen institusi untuk memastikan purnabakti sejahtera secara finansial dan kapasitas. Pelaksanaan di berbagai UPDL memastikan manfaat tersebar merata, tidak hanya di kota besar.
"Ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah investasi dalam kehidupan orang-orang yang telah berdedikasi untuk bangsa. Kami bangga menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju babak baru yang lebih cerah,"
Dua fokus: Frozen Food dan Bakery
Pemilihan kelas Frozen Food dan Bakery bersifat strategis. Kedua segmen memungkinkan usaha dimulai dari skala rumah dengan modal terjangkau dan pasar yang luas.
Kelas Frozen Food membekali peserta dengan teknik produksi, manajemen stok, strategi harga, dan distribusi. Sementara kelas Bakery, yang diluncurkan pada 2026, memperluas pelatihan pada produksi roti dan kue, pengemasan, branding, serta perencanaan bisnis skala naik.
Proyeksi dan langkah ke depan
Amazy menegaskan posisinya lebih dari sekadar brand makanan. Melalui program ini perusahaan ingin berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kedua pihak berkomitmen memperluas jangkauan program dan membuka peluang kolaborasi dengan institusi lain. Tujuannya jelas: memberi lebih banyak purnabakti bekal nyata untuk memulai kehidupan produktif pasca-pensiun.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Produk Indonesia Teken MoU USD197.305 untuk Pasar Timur Tengah
PT Visi Indonesia Parama teken MoU USD197.305 dengan buyer Arab Saudi di Bandung, hasil fasilitasi ITPC Jedd...
IHSG Menguat 1,69% ke 6.373,85 pada 12 Agustus 2026
IHSG menguat 1,69% ke 6.373,85 pada 12 Agustus 2026, didorong sentimen geopolitik, harga minyak, dan isu kep...
Geothermal Fun Walk & Run 2026 Perkuat Sinergi Jelang IIGCE
Geothermal Fun Walk & Run 2026 di SCBD diikuti 600 peserta untuk memperkuat sinergi industri panas bumi jela...
Pertamina Ingatkan Bahaya Oli Palsu: Periksa QR Code dan Seri
Pertamina Lubricants mengingatkan konsumen mewaspadai oli palsu dengan memeriksa QR code dan nomor seri pada...
Pelumas Kendaraan Listrik: Komponen yang Masih Butuh Oli
Pertamina Lubricants: kendaraan listrik dan hybrid tetap memerlukan pelumas untuk gear dan komponen mekanis...
Penertiban Tambang Ilegal Dongkrak Laba PT Timah 9 Kali Lipat
Penertiban tambang ilegal di Bangka Belitung mendorong PT Timah naikkan produksi, penjualan, dan raih laba b...