Kemendag Gandeng Ritel Modern Perluas Akses Pasar UMKM
Kementerian Perdagangan memperkuat akses pasar bagi UMKM pangan lokal lewat kerja sama dengan jaringan ritel modern dan peluncuran Pojok Product Placement Pilihan Busan (PPPB). Peresmian gerai Point Coffee dan Pojok PPPB digelar di lapangan parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026, sebagai upaya mempertemukan produk terkurasi dengan konsumen dan jaringan minimarket.
Peresmian dan tujuan PPPB
Acara peresmian menandai komitmen Kemendag untuk mendorong produk UMKM menembus pasar ritel modern. Program PPPB menjadi platform promosi berkala yang menampilkan produk pangan dan nonpangan hasil kurasi setiap tiga hingga empat bulan.
"Kami terus mendorong perluasan akses pasar produk-produk UMKM terkurasi dalam PPPB, termasuk untuk menembus ritel modern,"
Pojok PPPB dan sinergi dengan ritel modern
Pojok PPPB berfungsi sebagai titik distribusi dan promosi produk UMKM di lokasi strategis, termasuk kerja sama dengan jaringan minimarket. Ke depan, Kemendag akan memperkuat sinergi Pojok PPPB dengan berbagai jaringan ritel modern di seluruh Indonesia untuk memperluas penetrasi pasar.
Produk yang dipamerkan
Pada peresmian, terdapat 15 produk pangan lokal hasil kurasi yang dipasarkan langsung kepada masyarakat. Produk tersebut antara lain:
- Jamur garing
- Pempek garing
- Kue kering
- Keripik kentang
- Keripik pisang
- Keripik kulit ikan
- Makanan berbahan pisang
- Aneka kerupuk
Dukungan untuk perluasan pasar dan ekspor
Kemendag menyiapkan berbagai dukungan bagi UMKM terpilih, termasuk akses promosi dan pameran perdagangan internasional. Pelaku usaha akan difasilitasi mengikuti pameran dan kegiatan promosi untuk membuka peluang ekspor.
"Kemendag berkomitmen membuka peluang ekspor melalui berbagai promosi perdagangan, termasuk pameran dagang Trade Expo Indonesia. Pameran ini akan kembali berlangsung pada 14-18 Oktober 2026,"
Respons pelaku usaha dan ritel
CEO Indomaret Group, Sinarman Jonatan, menyatakan dukungan terhadap inisiatif Kemendag dan menilai kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM.
Hanum Wahyu, pendiri KhumKhum Jamur Crispy asal Kulon Progo, mengatakan program PPPB memberi peluang nyata bagi usahanya. Produknya kini dipasarkan di lebih dari 2.000 titik Indomaret di wilayah Bogor dan Parung.
"Alhamdulillah, kami menjadi salah satu produk terpilih dalam PPPB pada 2026 dan kini produk kami semakin dikenal masyarakat. Kami juga mendapat reviu dari Bapak Menteri Perdagangan sehingga produk kami semakin dipercaya konsumen,"
Impak dan langkah ke depan
Kemendag mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk agar UMKM mampu memenuhi permintaan pasar domestik dan internasional. Program PPPB dan Pojok PPPB diharapkan menjadi jembatan dari promosi menuju akses pasar yang lebih luas, termasuk masuk ke jaringan ritel modern dan peluang ekspor.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa Permudah Klaim Santunan Jiwa
Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa mempermudah klaim santunan jiwa lewat program SalingJaga Keluarga dengan pros...
Produk Indonesia Teken MoU USD197.305 untuk Pasar Timur Tengah
PT Visi Indonesia Parama teken MoU USD197.305 dengan buyer Arab Saudi di Bandung, hasil fasilitasi ITPC Jedd...
IHSG Menguat 1,69% ke 6.373,85 pada 12 Agustus 2026
IHSG menguat 1,69% ke 6.373,85 pada 12 Agustus 2026, didorong sentimen geopolitik, harga minyak, dan isu kep...
Geothermal Fun Walk & Run 2026 Perkuat Sinergi Jelang IIGCE
Geothermal Fun Walk & Run 2026 di SCBD diikuti 600 peserta untuk memperkuat sinergi industri panas bumi jela...
Pertamina Ingatkan Bahaya Oli Palsu: Periksa QR Code dan Seri
Pertamina Lubricants mengingatkan konsumen mewaspadai oli palsu dengan memeriksa QR code dan nomor seri pada...
Pelumas Kendaraan Listrik: Komponen yang Masih Butuh Oli
Pertamina Lubricants: kendaraan listrik dan hybrid tetap memerlukan pelumas untuk gear dan komponen mekanis...