101 Penyandang Disabilitas Terima Alat Bantu Pasca Banjir di Aceh Utara
Sebanyak 101 penyandang disabilitas di Desa Glumpang Samlakoe, Aceh Utara, menerima bantuan alat bantu pada Senin (18/5). Penyaluran dilakukan sebagai bagian dari respons pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah sejak 8 Desember 2025 untuk membantu pemulihan kemandirian korban.
Penanganan pascabencana yang inklusif
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Aceh Utara, Ns Mulyadi SKep MKes, menyatakan penyediaan alat bantu masuk dalam rangkaian penanganan pascabencana. Selain distribusi perangkat, penanganan juga mencakup pendataan kebutuhan, rehabilitasi fisik dan psikososial, serta rekonstruksi yang aksesibel bagi penyandang disabilitas.
Jenis alat bantu yang didistribusikan
Distribusi disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Bantuan tersebut bertujuan memulihkan kemampuan aktivitas sehari-hari agar berjalan aman dan bermartabat.
- Kursi roda
- Tongkat adaptif dan alat bantu jalan
- Alat bantu dengar
- Kacamata
- Perangkat pendukung mobilitas lainnya
Pendampingan teknis dan layanan purna jual
Penyaluran alat bantu disertai edukasi bagi penerima dan kader kesehatan desa. Materi meliputi cara pemasangan, penggunaan, perawatan, serta mekanisme layanan konsumen. Langkah ini dimaksudkan agar alat bantu dapat dipakai secara optimal dan berkelanjutan.
Kolaborasi lintas pihak
Kegiatan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama CBM Global Disability Inclusion dan YAKKUM Emergency Unit. Pelibatan perangkat desa, relawan, organisasi penyandang disabilitas, serta masyarakat setempat memastikan distribusi tepat sasaran.
Suasana acara dipenuhi haru ketika para penerima menerima alat yang mereka butuhkan untuk menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi inklusif dan pendidikan pascabencana untuk memastikan penyandang disabilitas terlibat dalam proses rekonstruksi.
Implikasi dan langkah ke depan
Penyediaan alat bantu tersebut bukan sekadar distribusi barang, melainkan bagian dari strategi pemulihan jangka panjang yang menekankan aksesibilitas dan inklusi. Ke depan, pemerintah daerah bersama mitra diharapkan melanjutkan monitoring pemakaian alat dan memperkuat kebijakan kesiapsiagaan bencana yang responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.
Berita Terkait
Polres Sabang Gelar Bakti Kesehatan di Sukajaya Sambut HUT Bhayangkara
Polres Sabang menggelar bakti kesehatan di Mako Polsek Sukajaya pada 9 Juni; 78 warga dan 5 balita mendapat...
Manuskrip Aceh Diduga di Malaysia, Tim Hukum Siapkan Langkah Internasional
Tim hukum kolektor manuskrip Aceh menyiapkan laporan internasional setelah naskah penting terkait Ar-Raniry...
Kapolres Langkat Bedah Rumah Lansia Jelang Hari Bhayangkara
Kapolres Langkat pimpin bedah rumah lansia di Hinai Kiri pada 8 Juni, serahkan 3.000 bata, 35 sak semen, dan...
Polsek Siantar Martoba Cepat Tindak Keributan di Cafe Cinta
Polsek Siantar Martoba merespons laporan via Call Center 110 dan membawa kedua pihak keributan di Cafe Cinta...
Simalungun Benahi 9 Ruas Jalan Provinsi, Pekerjaan Dimulai 2026
Peningkatan 9 ruas jalan provinsi di Simalungun mulai 2026 untuk percepat konektivitas, ekonomi, dan pariwis...
Polres Pematangsiantar Ungkap 31 Kasus 3C, 42 Tersangka Ditangkap
Polres Pematangsiantar mengungkap 31 kasus 3C dan menangkap 42 tersangka pada periode Jan–Jun 2026; puluhan...