KAI Perluas Akses Wisata Lewat Jaringan Kereta di Tiga Pulau
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperluas akses masyarakat ke destinasi wisata lewat jaringan kereta di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi Selatan. Langkah ini diumumkan bersamaan dengan data perjalanan pariwisata dan kinerja KAI pada Semester I 2026, sebagai upaya memudahkan mobilitas, mendukung ekonomi kreatif, serta menghubungkan pusat budaya dan kuliner.
Jaringan yang Menghubungkan Beragam Destinasi
Pengembangan rute dan frekuensi layanan menghubungkan kawasan wisata serta agenda nasional dan daerah. Layanan jarak jauh dan lokal mengaitkan kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Banyuwangi, Garut, Purwokerto, dan Kutoarjo. Di Sumatra, jaringan mendukung akses ke destinasi alam, pusat kuliner, serta bandara. Di Sulawesi Selatan, layanan KA Makassar–Parepare mencatat peningkatan penumpang.
Data Perjalanan dan Dampak pada Pariwisata
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), perjalanan wisatawan nusantara mencapai 106,16 juta pada Mei 2026 dengan kenaikan 8,69%. Kunjungan wisatawan mancanegara tercatat 1,38 juta kunjungan, dan tingkat hunian hotel berbintang mencapai 50,76%. Laporan UN Tourism juga menunjukkan pertumbuhan pariwisata internasional pada kuartal I 2026 meski ekonomi global fluktuatif.
Kinerja KAI Semester I 2026
KAI Group melayani total 258.993.359 pelanggan pada Semester I 2026 lewat layanan komersial dan penugasan pemerintah. Dari jumlah itu, 235.137.908 pelanggan menggunakan layanan PSO, kereta perintis, dan penugasan pemerintah—setara 90,79% dari total pelanggan.
Layanan jarak jauh dan lokal melayani 29.858.267 pelanggan, tumbuh 8,72% dibandingkan tahun sebelumnya. KAI Commuter melayani 204.151.200 pelanggan (naik 6,58%), sementara LRT Jabodebek melayani 16.018.911 pelanggan dengan kenaikan 22,84%. Di Sulawesi Selatan, KA Makassar–Parepare melayani 172.015 pelanggan atau naik 15,44%.
Produk Wisata Kereta
KAI Wisata mencatat 6.312 perjalanan dengan 163.255 pelanggan selama Januari–Juni 2026. Layanan ini mencakup Kereta Panoramic, Priority, dan Imperial yang dirancang untuk pengalaman wisata lebih lengkap.
"Layanan kami menghubungkan pelanggan dengan berbagai kota tujuan di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi Selatan, sehingga perjalanan menuju kawasan wisata, pusat budaya, kuliner, maupun ekonomi kreatif menjadi semakin mudah, nyaman, dan efisien,"
kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
"Perjalanan wisata dimulai sejak pelanggan berangkat dari stasiun. KAI akan terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan beragam sehingga perjalanan menuju destinasi menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,"
tambah Anne.
Perluasan akses ini menegaskan peran kereta api sebagai bagian integral dari experience-based tourism. Ke depan, peningkatan frekuensi, rute, dan kualitas layanan akan menentukan seberapa besar kontribusi sektor transportasi kereta terhadap kebangkitan pariwisata dan perekonomian lokal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BMKG: Daftar Kota Berpotensi Hujan Petir Hari Ini
BMKG peringatkan potensi hujan petir di Padang dan hujan ringan di beberapa kota hari ini, Minggu 2 Juli 202...
Menteri PPPA Minta Proses Tegas Kasus Kekerasan Seksual Guru di Buleleng
Menteri PPPA Arifah Fauzi minta proses hukum tegas atas dugaan kekerasan seksual guru di Buleleng; korban ja...
Pendaftaran Tiket Upacara HUT ke-81 RI Belum Dibuka
Pendaftaran tiket Upacara HUT ke-81 RI belum dibuka; upacara digelar 17 Agustus 2026 di Istana Negara dan ak...
Desil Bansos: Cara Cek Status dan Ajukan Perubahan Lewat HP
Desil mengelompokkan rumah tangga dalam 10 kelas kesejahteraan; berikut cara cek status dan ajukan pembaruan...
Enam Bansos Cair Agustus 2026, Cek Penerima Pakai NIK KTP
Enam bansos cair Agustus 2026; cek penerima pakai NIK KTP lewat situs atau aplikasi resmi Kementerian Sosial...
Wamendikdasmen Fajar Raih Public Leadership Award UMS 2026
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menerima Public Leadership Award UMS 2026; menekankan ilmu harus kembali me...