DPRD Minta PDAM Surabaya Transparan soal Air Keruh
SURABAYA — Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono (Buleks), mendesak Perumda Air Minum Surya Sembada tidak membebankan biaya kepada pelanggan yang menerima air keruh atau tidak sesuai standar layanan. Permintaan itu disampaikan Senin (7/9/2026) sebagai upaya memberi kepastian kepada warga yang terdampak.
Desakan transparansi dan kepastian untuk pelanggan
Buleks menilai kualitas air adalah persoalan kebutuhan pokok masyarakat sehingga penanganan harus cepat dan jelas. Ia meminta PDAM membuka sumber masalah secara transparan agar tidak menimbulkan keresahan dan pihak tertentu tidak dikambinghitamkan.
Air yang mengalir ini kotor. Masa harus dihitung dengan meterannya yang harus keluar? Ibaratnya kita beli air bersih dikasih kotor, masa kotor itu harus dihitung
Menurut Buleks, ketika gangguan kualitas sampai ke pelanggan, PDAM berkewajiban menjelaskan penyebab dan langkah perbaikan. Konsumen berhak memahami akar masalah dan skenario penanganannya.
Penelusuran sumber air baku
Buleks meminta penyelidikan soal sumber air baku yang disebut berasal dari Jasa Tirta dilakukan menyeluruh. Jika gangguan terkait pasokan dari pihak ketiga, Komisi B DPRD akan melakukan konfirmasi lanjutan untuk memastikan titik persoalan.
Kalaupun ini permasalahan Jasa Tirta, ya nanti kita juga akan konfirmasi. Teman-teman Komisi juga nanti akan dengan berita ini
Hak konsumen dan potensi kompensasi
Anggota DPRD itu menyoroti potensi kerugian pelanggan ketika air yang diterima tidak sesuai standar. Ia meminta PDAM mempertimbangkan posisi masyarakat sebagai konsumen dalam setiap keputusan penyelesaian gangguan layanan.
- Berikan penjelasan publik tentang penyebab dan durasi gangguan
- Pastikan kualitas air sebelum aliran normal kembali ke pelanggan
- Evaluasi kemungkinan kompensasi atau kompensasi administrasi bagi pelanggan terdampak
Tindak lanjut PDAM dan peran warga
Buleks mengapresiasi langkah cepat PDAM dalam menanggapi gangguan. Menurutnya, tindakan antisipatif telah dilakukan sehingga aliran kembali membaik dalam waktu singkat.
Alhamdulillah. Karena kan hitungan nggak sampai berhari-hari. Jadi itu langsung kemarin ada sistem, ada cara yang langsung bisa diantisipasi dan kembali bersih
Meski demikian, ia meminta warga tetap aktif melapor bila menemukan air yang belum bersih setelah penanganan. Laporan masyarakat dianggap penting agar gangguan benar-benar tuntas dan tidak berulang.
Jangan sampai nanti terus berlarut dengan adanya dampak dari limbah tersebut untuk dikonsumsi. Jadi tetap menyampaikan, jangan sampai nanti tidak tersampaikan
Buleks berharap kejadian ini menjadi catatan bagi direksi baru Perumda Air Minum Surya Sembada untuk memperkuat pengawasan kualitas layanan. Komisi B akan mengikuti perkembangan dan menuntut transparansi hingga akar masalah ditemukan dan solusi permanen diterapkan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Kediri Run 2026: 1.700 Pelari, Didorong Jadi Sport Tourism
Kediri Run 2026 di SLG diikuti 1.700 pelari; event didorong berkembang menjadi sport tourism untuk kesehatan...
Sanusi Tegaskan Pengawasan Ketat Program Makan Bergizi Gratis
Bupati Malang HM Sanusi tegas minta pengelola MBG jalankan uji kelayakan makanan; ancam tindak pidana jika k...
PDI Perjuangan: Rp100 Miliar untuk Jamkrida Harus Bermanfaat UMKM
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim menyetujui tambahan penyertaan modal Rp100 miliar ke Jamkrida, asal memberi...
Pemprov Jatim Diminta Siapkan Skema Terpadu Hadapi Multi-Bencana
Ketua Fraksi PDI Perjuangan minta Pemprov Jatim siapkan skenario terpadu menghadapi erupsi, kekeringan, dan...
Puan Minta Penanganan Terpadu Dampak Erupsi Anak Krakatau
Puan minta penanganan terpadu dampak erupsi Anak Krakatau, tekan prioritas keselamatan, masker, dan layanan...
Wali Kota Eri Pecat Anggota Satpol PP Terkait Pungli Rekrutmen
Wali Kota Eri menegaskan Imam, anggota Satpol PP, dipecat karena diduga memungut bayaran untuk perekrutan pe...